situstalenta.com

Berbagi Informasi Pendidikan

Anak Kecanduan Permainan Saat Liburan, Bisa Jadi Gangguan Mental

Kecanduan Permainan

Situstalenta.com – Banyak Orangtua melonggarkan Aturan Bermain permainan pada saat liburan sekolah, entah memainkan konsol game , permainan komputer, atau permainan   online di handphone. Hati-hati, hal ini dapat membuat anak terlanjur jadi kecanduan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) kini menggolongkan kecanduan game utama sebagai gangguan mental. Waduh! Kecanduan permainan adalah gangguan mental baru menurut WHO. Dikutip dari halaman resmi WHO, Badan Kesehatan Dunia ini merencanakan buku pedoman International Classification of Diseases (ICD-11) pada tahun 2018 ini dengan memasukkan kecanduan game sebagai salah satu kategori gangguan jiwa baru, yang disebut sebagai game disorder (GD).

Gangguan permainan Untuk dapat di bawah kategori besar “Gangguan mental, perilaku, dan perkembangan saraf”, khususnya di bawah subkategori “Gangguanaruan zat atau perilaku adiktif.

Ini berarti ahli kesehatan di seluruh dunia yang bertanggung jawab atas permainan utama yang dapat digunakan untuk menemukan kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang. Usulan ini dibuat karena melihat adanya bukti yang menarik dalam kasus kecanduan dari game dari berbagai belahan dunia, yang juga berhubungan dengan perawatan.

Kecanduan main game ditandai dengan ketidakmampuan diri untuk mengendalikan hasrat bermain, tidak sanggup dan tidak dapat digunakan untuk menghentikannya. Tanda dan soal klasik dari kecanduan game adalah: 1. Selalu menghabiskan waktu yang lama untuk bermain, bahkan durasinya meningkat dari hari ke hari. 2. Merasa mudah marah dan tersinggung saat dilarang atau suka bermain game. 3. Selalu berpikir tentang game yang sedang dilakukan kegiatan lainnya. 4. Hilangnya Bertemu diri ini membuat pecandu permainan menghibur menomor satukan game dalam perjalanannya akan melakukan berbagai cara untuk dapat menuntaskan hasrat akan candunya, tak peduli atas konsekuensi dan risikonya.

Apa yang menyebabkan anak kecanduan game? Setiap benda atau hal-hal yang membuat seseorang akan senang menghasilkan otak menghasilkan dopamin, hormon pembuat bahagia. Dalam keadaan normal, hal ini tidak akan menyebabkan kecanduan. Hanyalah rasa bahagia dan puas pada umumnya.

Akan tetapi saat seseorang sedang berkunjung, membuat orang yang suka menghasilkan otak menghasilkan dopamin yang berlebihan. Jumlah dopamin yang kelewat batas akan mengacaukan kerja hipotalamus, bagian otak yang bertanggung jawab untuk membuat seseorang merasa sangat bahagia tidak wajar, bersemangat, dan percaya diri hingga ‘teler’.

Efek membahagiakan ini akan membuat tubuh secara otomatis ketagihan untuk merasakannya lagi. Pada akhirnya, peran yang membuat seseorang terus menggunakan candu tersebut secara berulang dalam frekuensi dan durasi yang lebih tinggi demi kebutuhan akan kebahagiaan ekstrem tersebut.

Jika hal ini terus dilakukan berkepanjangan, lama-lama akan merusak sistem dan menghubungkan reseptor dan penghargaan otak. Apakah semua pemain game berisiko kecanduan?

Dalam batas yang wajar, bermain game tentu tidak dilarang. Permainan bermain dapat menjadi kegiatan pengusir stres yang baik dan juga bagi kesehatan otak. Ada beberapa bukti yang mengatakan bahwa bermain game DAPAT dijadikan terapi yang alternatif Mengobati Gangguan seperti jiwa Alzheimer Dan ADHD.

Pasalnya selama bermain game, otak akan dituntut untuk bekerja keras (misalnya strategi perencanaan) yang dapat bekerja dengan baik. Nah jika hobi ini tidak dikendalikan, barulah bisa berkembang menjadi kecanduan.

Untuk dokter atau ahli gangguan mental bisa mendiagnosis game mental gangguan , gejala dan tanda-tanda dari permainan kecanduan haruslah terjadi secara terus-menerus selama 12 bulan dan menunjukkan “efek samping” gangguan pada pribadi si pecandu, kepribadian, perilaku, perilaku, kebiasaan, hingga bahkan fungsi otak.

Seseorang juga disebut sebagai kecanduan sukarela atau telah melahirkan konflik atau hubungan sosial dengan orang lain atau di lingkungan keluarga, sekolah atau sekitar. (*)

(Visited 3 times, 3 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *