situstalenta.com

Berbagi Informasi Pendidikan

Maksimalkan Peluang Minimal

Oleh Awaly Ilham Dewantoro

Bermimpilah setinggi langit, saat kau terjatuh maka kau diantara bintang-bintang.” (Kutipan  pidato Sukarno)

Kurang lebih, seperti itulah kutipan isi pidato dari Presiden Pertama Indonesia.  Namun, jika kita telaah lebih mendalam lagi secara ilmiah memang belum diketahui pasti batasan dari langit di alam semesta ini.  Sehingga jarak yang ada antara planet yang kita tinggali saat ini sampai ke bintang terdekat, matahari, bukanlah tandingan dari luasnya langit.  Sebenarnya kutipan ini memiliki suatu maksud tertentu karena kutipan ini merupakan suatu ungkapan yang memiliki makna tersendiri.  Secara umum, hal yang dapat kita dari kutipan tersebut kurang lebih, walaupun kita belum berhasil mencapai suatu hal yang kita jadikan cita-cita, tapi setidaknya kita tetap berada di lajur yang sama dengan hal yang dijadikan cita-cita.

Selain itu, saat masa disampaikannya pidato ini, tentunya Bung Karno tentu memiliki tujuan lain selain makna dari perkatannya ini.  Tidak lain untuk menyemangati para pemuda yang sudah pasti akan menjadi penggantinya kelak dalam mengelola negeri yang kaya ini.  Bung Karno menyarankan agar para pemuda memiliki tujuan, cita-cita, maupun mimpi yang setinggi-tingginya dan jikalau tujuan itu tercapai, sangat diharapkan dapat mengelola negeri ini menjadi lebih baik lagi bukan?  Tak ada maksud lainnya jika dihubungkan dengan masa depan bangsa ini, tapi ada suatu hal yang menarik.  Bagaimana jika kita masih belum berhasil dalam mewujudkan tujuan tersebut?  Kembali lagi ke makna secara umum yang telah kita ketahui, walaupun belum bisa mewujudkannya, setidaknya para pemuda ini telah berjuang dan merasakan suatu proses untuk menuju tujuannya ini.  Sebab proses merupakan suatu pelajaran yang berharga bagi setiap individu, nantinya akan disebut sebagai pengalaman yang dapat menangkal kesalahan yang sama dan dapat memunculkan suatu kewaspadaan terhadap diri agar tujuan-tujuan dapat terwujud engan segera.

Berhubungan dengan suatu proses dalam mewujudkan suatu tujuan, faktanya memang tidak semudah membalikan telapak tangan.  Selama kita bersekolah, kita mengetahui bahwa ada materi matematika yang dapat dihubungkan dengan bahasan ini.  Tidak lain lagi materi tersebut adalah peluang atau bisa dikenal dengan probabilitas.

Dalam perwujudan tujuan ini kita akan menemukan keberhasilan dan ketidakberhasilan.  Kita sebut ketidakberhasilan karena kondisi yang akan dihadapi ini belum layak disebut gagal, karena bersambung dari uraian sebelumnya kita pasti berproses di dalamnya.  Kembali ke peluang, diketahui bahwa peluangnya adalah 50:50 dalam perwujudan suatu tujuan.

Ini hanyalah hal yang sangat dasar, bahkan kita pelajari saat masih duduk di bangku SMP.  Berdasarkan besarnya peluang tersebut, dapat dilihat bahwa keberhasilan itu tidak mungkin 100% langsung didapati dan tidak 0% pula.  Masalahnya adalah saat kita sedang berada di pertengahan jalan dan merasa bahwa peluang dalam perwujudan tujuan ini menyusut dengan sendirinya.  Dengan demikian, kita harus melakukan suatu hal yang dapat memaksimalkan peluang minimal dalam mewujudkan tujuan agar dapat dikategorikan berhasil.

Adapun suatu nilai-nilai tersembunyi dari beberapa konsep umum yang sering dijumpai yang dapat dijadikan menjadi suatu pembelajaran agar pemaksimalan peluang minimal ini terjadi. Berikut ini pembelajaran yang bisa kita dapat dari konsep-konsep umum tersebut. 

Limit Tak Hingga

Mungkin konsep ini sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.  Terutama kita yang bergulat di dunia pendidikan.  Limit tak hingga merupakan suatu materi matematika yang membahas batasan dari suatu fungsi.  Disini kita artikan limit dengan keterbatasan atau batasan. Sehingga konsep limit tak hingga ini dapat dimaknai dengan batasan dari sesuatu yang tak terhingga, masih sesuai dengan arti yang kita dapatkan saat belajar matematika.

Menghubungkan manusia dengan konsep limit tak hingga ini, manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang dibuat sempurna.  Kesempurnaan manusia ini sering dibahas dalam Pendidikan Agama, sehingga tentunya kita tahu maksud dari sempurna ini.  Pada setiap kurun waktu tertentu manusia dapat menemukan hal-hal yang baru berkat pemikirinnya.

Dengan demikian kita dapat sebutkan bahwa kemampuan manusia yang ada hingga saat ini tidak memiliki batasan karena belum ada alat yang dapat mengukur kemampuan manusia, khususnya kemampuan berpikir.

Walaupun demikian, sesuai dengan konsep limit tak hingga ini kita dapat secara gamblang bahwa manusia dibuat sempurna masih memiliki batasan.  Batasan manusia ini berada di kehendak Allah, karena kita ini hanyalah makhluk yang diciptakan dan harus menghamba kepada-Nya.  Sehingga kemampuan manusia ini sebenarnya sangat terbatas jika dibandingkan dengan Allah dan tak akan pernah bisa melebihi-Nya.

Walaupun kita sebagai manusia masih tergolong terbatas dalam melakukan apa pun.  Namun, jika Allah menghendaki maka dapat terjadi dengan mudahnya.  Kembali ke bahasan, kita sedang berada dalam proses mewujudkan tujuan, tetapi kita sudah mengetahui bahwa peluang berhasilnya dikategorikan rendah.

Hal yang harus kita lakukan adalah percaya bahwa Allah akan menghendaki tujuan kita dengan mudahnya.  Mengapa demikian? Karena bila kita mengutip salah satu ayat Al-Qur’an yang tepatnya ayat ke-82 Surat Ya-Sin sudah tampak sangat jelas.  Berikut terjemahannya:

Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ Maka jadilah sesuatu itu.(Terjemahan Al-Qur’an Surat Ya-Sin ayat 82)

Selain itu, masih berhubungan dengan konsep ini yaitu dengan batas banyaknya kebelum berhasilan manusia pun tentunya berbeda setiap orangnya.  Sehingga, terdapat suatu petuah yang menyebutkan “habiskan kegagalanmu sebelum meraih keberhasilan”.

Kurang lebih isi petuahnya seperti yang disebutkan.  Korelasinya dengan konsep limit tak hingga ini adalah berupa kegagalan yang tak terhingga ini pasti ada batasnya bukan?  Maka diperlukan suatu ikhtiar yang sepadan agar meraih tujuan atau keberhasilan itu.  Contoh nyata yang sering kita ketahui adalah banyaknya eksperimen para penemu untuk mendapatkan tujuan penelitiannya berbeda-beda.

Ada yang hanya beberapa kali berhasil dan ada pula yang sampai ribuan kali baru berhasil.  Semua ini sebenarnya ditentukan oleh Allah dan kita hanya tinggal berikhtiar saja.  Tidak sulit bukan?  Dengan demikian, konklusi dari konsep ini adalah batasan yang tak terhingga ini merupakan salah satu tanda minimumnya peluang dan harus dibuat maksimal dengan berusaha sungguh-sungguh dan tentunya meminta pertolongan Allah agar dapat dipermudah jalannya dalam mewujudkan tujuan.

Hukum III Newton

Beralih ke konsep berikutnya, yaitu Hukum III Newton.  Konsep ini sangat umum dan sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.  Mungkin bagi kita yang bergulat di dunia pendidikan pernah menemukannya saat duduk di bangku SMP.  Sehingga kita faham betul makna dari Hukum III Newton ini.

Konsep ini sebenarnya berhubungan dengan konsep sebelumnya, yaitu konsep Limit Tak Hingga.  Hubungannya adalah dalam konsep sebelumnya disebutkan dalam konklusi yang menyebutkan bahwa kita harus berusaha sungguh-sungguh untuk memaksimalkan peluang minimal yang kita punya.  Mengapa hubungannya kesana?  Karena bunyi Hukum III Newton yang menyatakan bahwa “gaya aksi sebanding dengan gaya reaksi”.  Setelah kita mengetahui konsep limit tak hingga sebelumnya, tentunya kita akan terdorong untuk melakukan usaha maksimal agar tujuan kita terwujud.  Akan tetapi, walaupun usaha kita maksimal jika tidak tepat akan memberikan hasil yang berbeda, sesuai dengan konsep Hukum III Newton.

Selain itu, konsep ini pun dapat dimaksudkan dengan seberapa cepat kita dapat mewujudkan tujuan.   Hal ini terjadi jika usaha yang kita lakukan itu tepat sasaran.  Jika usaha kita tepat sasaran, tentunya dalam upaya mewujudkan tujuan ini akan semakin cepat walaupun harus mendapatkan banyak ketidak berhasilan di dalamnya.  Akan tetapi, bisa lebih cepat daripada orang-orang yang tidak tepat dalam usaha mewujudkan tujuannya itu.

Sehingga, konsep ini memiliki suatu konklusi berupa apa yang kita lakukan atau usahakan akan berdampak ke hasilnya.  Atau secara arti lain, konsep Hukum III Newton ini merupakan suatu hubungan sebab-akibat antara perbuatan dan hasil.

Stek Batang dan Stek Daun Masih Dapat Tumbuh?

Kali ini merupakan konsep yang mungkin masih banyak orang mengetahuinya.  Konsep kali ini berasal dari ilmu Biologi yang membahas tentang tumbuhan.  Secara umum, stek batang sudah populer di semua kalangan  yang bergelut di bidang pendidikan.  Tapi stek daun?  Sedangkan kita mengetahuinya bahwa tumbuhan hanya bisa hidup jika ada akar bukan?  Disinilah yang menjadi menarik dari konsep yang akan kita bahas.

Stek batang dan stek daun masih dapat tumbuh asalkan ada suatu stimulus yang merangsang percepatan pembealahan dan pertumbuhan sel.  Hal tersebut dilakukan agar batang dan daun yang distek ini cepat menumbuhkan akarnya untuk sarana menyerap air dan nutrisi.  Mungkin bagi kita yang awam akan dunia tumbuhan masih menyangkalnya bahwa khususnya stek daun tidak mungkin hidup.

Ya, memang tidak semua tumbuhan bila daunnya distek dapat hidup dan tumbuh.  Tetapi sesuai dengan penelitian, stek daun masih bisa hidup dengan stimulus yang diberikan.  Sehingga, kita mendapatkan suatu nilai mengenai hal yang tidak mungkin pun bisa menjadi mungkin.  Sangat berhubungan dengan upaya memaksimalkan peluan minimal yang sudah dinilai tidak mungkin bisa terjadi.

Sebelumnya terdapat istilah stimulus yang dapat membuat stek batang dan daun tetap hidup dan tumbuh.  Stimulus disini merupakan suatu zat perangsang yang dapat mempercepat pembelahan dan pertumbuhan sel.

Mungkin dapat disebut sebagai suatu katalis.  Zat ini merupakan hormon eksternal tumbuhan, atau hormon yang dibuat diluar tumbuhan hidup.  Stimulus yang digunakan biasanya adalah hormon auksin yang berguna dalam percepatan pertumbuhan sel.

Berhubungan dengan upaya memaksimalkan peluan minimal ini, stimulus yang harus kita dapatkan adalah suatu hal yang dapat mendorong kita menjadi lebih baik lagi.  Mungkin saja dapat berupa motivasi maupun hal-hal yang menginspirasi.

Terutama stimulus yang membuat kita menjadi pantang menyerah dan ulet.  Karena dalam upaya mewujudkan tujuan, kita harus memiliki sikap-sikap tersebut agar dapat mewujudkannya.  Walaupun kita tahu hal yang tidak mungkin seperti stek batang dan daun tetap hidup atau peluang kita sangat minimal.

Kombinasi

Konsep yang terakhir ini merupakan salah satu materi dalam ilmu Matematika.  Mungkin bagi kita yang tidak menyukai Matematika akan mulai berpikir, apa maksud banyak sekali konsep Matemarika disini?

Akan tetapi bila ditelusuri lebih lanjut, banyak sekali konsep Matematika yang dapat diambil nilai-nilainya untuk menjalankan kehidupan.  Kembali ke bahasan memaksimalkan peluang minimal, nilai-nilai yang telah didapat dari konsep-konsep sebelumnya kita kombinasikan segera.

Sesuai dengan konsep kombinasi dalam Matematika yang mengkombinasikan banyak elemen untuk menghasilkan berbagai hasil.  Sehingga, dari nilai-nilai yang didapat sebelumnya ini tidak hanya menghasilkan satu hasil saja, tetapi akan ada banyak hasil yang bisa kita gunakan dalam upaya memaksimalkan peluang minimal dalam mewujudkan tujuan.

Demikian hal-hal yang dapat disampaikan, semoga kita semua dapat menerapkan langkah-langkah memaksimalkan peluang minimial yang secara umum telah diuraikan.  Semoga dengan menerapkan nilai-nilai yang ada dari berbagai konsep, kita dapat mewujudkan tujuan dengan cepat dan sebaik-baiknya. (*)

(Visited 3 times, 3 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *