situstalenta.com

Berbagi Informasi Pendidikan

SDN Tempurejo 1 – Pencapaian Fisik dan Prestasi Seiring Sejalan

SDN Tempurejo 1

Situstalenta.com – Lembaga Pendidikan ini masih kekurangan ruang belajar dan guru. Padahal, beberapa fasilitas fisik sudah dibenahi dengan bagus. Bidang akademis dan nonakademis selalu menorehkan prestasi. Peran serta masyarakat pun mulai tumbuh. Kekompakan dan kebersamaan dewan guru dijadikan modal dasar dalam melaksanakan tugas negara. Membimbing dan melayani putera-puteri warga.   Lantas, apa yang menjadi obsesi dan harapan kepala sekolah dan dewan guru?

SDN Tempurejo 1 ternyata menyimpan segebog cerita. Sejak dibangun pertama kali pada tahun 1921, kondisi gedung atau ruang belajar belum pernah mendapatkan sentuhan perbaikan. Baru pada tahun 2012 dan 2013 pemerintah mengucurkan dana bantuan.  Lembaga tersebut tampil bagus. Menawan bagi siapa saja yang sedang lewat.

Semenjak kedatangan Marsito, S.Pd selaku kepala sekolah pada awal April 2009 lalu, lembaga ini semakin lengkap sarana dan prasarananya. Beberapa fasilitas penunjang juga dibenahi. Bahkan ada pula bangunan baru dengan dana swadaya. Papan nama sekolah yang kini telah diganti dengan desain bagus menambah wibawa  lembaga tertua di wilayah Tempurejo tersebut.

Pembangunan itu antara lain, mushollah. Untuk pengadaan mushollah ini, panitia pembangunan telah mencatat biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 40 juta. Sumber dana berasal dari sumbangan orang tua siswa kelas VI yang akan meninggalkan almamaternya pada 3 perriode yang lalu serta donatur bapak dan ibu guru penerima TPP. “Ada guru yang menyumbang keramik seluas bangunan mushollah, ada pula yang menyumbang semen, kaca, ongkos tukang dan lain-lain,” terang Marsito.

Dengan adanya sarana mushollah yang semenjak berdiri belum pernah ada, pihak sekolah dapat melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan pembiasaan sikap dan karakter. Para siswa mulai dibiasakan sholat dhuha dan sholat Dhuhur berjamaah. Dengan sarana yang representatif tersebut, para siswa bisa belajar qiro’at, melaksanakan ujian praktik keagamaan dan melakukan kegiatan dalam rangka peringatan hari-hari besar Islam.

Selama 4 tahun terakhir ini, prestasi akademis para siswa terus meningkat. Untuk tahun 2014 yang lalu, beberapa siswa meraih prestasi pada even lomba di UPT Pendidikan Tempurejo. Ada yang meraih juara I yakni tiga siswa yang berlaga pada cabang pemilihan siswa teladan kelompok putera, mapel IPA dan pidato. Tahun lalu ada 2 anak pemain sepak bola yang masuk tim inti kabupaten. Mereka bersama rekan-rekan dari lembaga lain akan berlaga di ajang POPDA se-Jatim. Prestasi di tingkat kabupaten antara lain, fashion show juara ketiga dan tennis meja di posisi kedua.

Saat ini jumlah siswa sebanyak 317 dan terbagi menjadi 10 rombel. Karena ruang belajar tidak mencukupi maka aula disekat menjadi dua bagian kemudian dijadikan ruang belajar. Mushollah yang tidak banyak digunakan juga disulap menjadi ruang belajar. Ruang perpustakaan pun kurang memadai untuk menyimpan buku-buku bantuan pemerintah. Luas bangunan perpustakaan sama sekali tidak memadai.

Marsito sangat berharap lembaga yang dipimpinnya mendapatkan bantuan gedung perpustakaan. Sebelum dirinya menjadi kepala sekolah, sudah ada tim survey yang datang namun sampai sekarang janji pemerintah itu belum direalisasikan. Selain bantuan perpustakaan, lembaga ini kekurangan guru. Dengan 10 rombel, guru yang berstatus PNS hanya 9 orang. Itu pun sudah termasuk kepala sekolah dan guru agama.”Memang ada guru wiyata bhakti, tapi alangkah bagusnya jika sekolah kami mempunyai guru yang lengkap, termasuk dipenuhinya guru olahraga,” harap marsito. (Maji)

(Visited 22 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *