situstalenta.com

Berbagi Informasi Pendidikan

SDN Wirolegi 5, Sumbersari – Kedisiplinan sebagai Kunci Keberhasilan

SDN Wirolegi 5, Sumbersari

situstalenta.com – Mewariskan sikap disiplin. Itulah yang dilakukan Kepala SDN Wirolegi 5, Sumbersari sebelum memasuki purnatugas tepatnya pertengahan tahun 2015 mendatang. Dengan menjalin kerja sama dengan komite sekolah, guru-guru dan orang tua siswa, leembaga itu terakreditasi A. Berbagai motivasi pun diluncurkan sehingga semangat guru-guru dan para siswa berkobar.

Lietatik, S.Pd. yang sebentar lagi penisun telah melengkapi berbagai sarana dan prasarana sekolah. Ia telah mengubah kondisi sekolah menjadi 360 derajat. Kondisi yang semula kumuh menjadi bersih dan rapi. Taman ditata indah dan asri. Ruang guru dan ruang-ruang belajar para siswa juga terjaga kebersihannya. Penataan ruang benar-benar mendapatkan perhatian khusus.

Dengan mengucap asma Allah swt yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Lie Tatik yang memulai berdinas sebagai kepala sekolah per 4 November 2010 ini memang benar-benar ingin mengubah imej. “SDN Wirolegi 5 semula dikenal sebagai sekolah pinggiran. Guru-guru yang dimutasi di sekolah ini sepertinya ‘dibuang’oleh Dinas pendidikan dan Kebudayaan. Setahap demi setahap anggapan itu kami ubah menjadi sekolah yang bagus. Karena, sekolah kami masih ada di dalam wilayah kelurahan Wirolegi. Bisa dikatakan sekolah yang berada di wilayah kota,” terangnya panjang lebar.

Disiplin Waktu 

Mula-mula Lietatik memesan bel elektrolik yang sudah didesain sedemikian rupa. Dengan menggunakan tanda masuk, tanda istirahat dan tanda pulang dengan system elektrolik, para siswa dan guru diajak menepati waktu pada Kegiatan belajar mengajar (KBM) sehari-harinya. “Lambat laun, sekolah kami bias tertib. Ya siswa-siswanya, ya guru-gurunya,” kenang Lietatik bangga.

Selain itu pada saat istirahat dirinya telah menyiapkan CD khusus berisi lagu-lagu dan dongeng anak-anak. CD itu diputar pada saat jam istirahat. Dengan adanyaa upaya tersebut, anak-anak dapat beristirahat dengan gembira. Sebelum diputarkan lagu-lagu ataupun dongeng anak-anak, sebagian siswa lari ke jalan depan sekolah apabila waktu istirahat. Hal itu tentu membahayakan keselamatan jiwa mereka.

Beberapa bulan setelah dilakukan penilaian akreditasi sekolah, lembaga ini meraih nilai A. Tentu saja, salah satu penyokong terbesar atas keberhasilan itu adalah ditegakkannya sikap disiplin tersebut. Dengan disiplin tinggi para siswa dan dewan guru, semua program sekolah yang dicanangkan bisa terlaksana dengan baik dan tepat waktu. Para orang tua siswa juga mulai peduli terhadap pendidikan anak-anak mereka. “Setiap pagi para siswa kami wajibkan masuk pukul 06.45 untuk melakukan senam kesegaran jasmani. Sedangkan guru-gurunya kami minta pukul 07.00 tepat udah berada di dalam kelas untuk memulai KBM,” terang Lietatik lebih lanjut.

Listatik

Lomba Antarkelas   

Siapa pun bisa melihat hasil kerja keras dan kerja sama yang dilakukan Lietatik selama 4 tahun belakangan ini. Pembangunan gedung perpustakaan dengan dana kucuran pemerintah sudah mendekati rampung. Pembangunan mushollah atas kerja sama dengan komite dengan biaya swadaya diharapkan rampung pada akhir tahun 2014. Demikian juga dengan pengadaan gudang. Dalam waktu dekat ketiga prasarana itu akan menjadi warisan yang akan ditinggalkannya.

Selain sikap disiplin, mengubah imej sekolah yang semula disebut-sebut sebagai sekolah pinggiran dan sekolah kumuh menjadi sekolah yang bagus KMB dan kegiatan nonakademisnya, Lietatik juga memacu para siswanya dalam hal lomba antarkelas. “Ceritanya, paara siswa kami motivasi untuk meningkatkan kepedulian terhadap sekolah dan mengasah bakat mereka yang terpendam. Setiap akhir semester kami adakan lomba kebersihan, keindahan dan penataan kelas. Kami adakan pula lomba pidato, lomba baca puisi dan menyanyi,” jelasnya.

Dengan diadakannya berbagai kegiatan lomba, diharapkan para siswa tidak rendah diri jika nantinya mengikuti lomba serupa di tingkat kecamatan maupun di tingkat kabupaten. “Dengan demikian para guru dan orang tua pun mau tidak mau terdorong juga untuk ‘cawe-cawe’ dan sekaligus berpartisipasi aktif,” ungkap Lietatik lagi.

Dan, pada akhir jabatannya, dia berharap pemerintah kabupaten maupun pusat membantu sarana bangku yang sebagian kondisinya sudah rusak. Selain itu dirinya juga berharap mendapatkan bantuan computer dana alat-alat olahraga sebagaimana sekolah-sekolah lain di wilayah Sumbersari. Menyangkut adanya kucuran bantuan sarana dan prasarana, dirinya merasa ‘agak’ ditinggalkan. (Maji)

(Visited 15 times, 3 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *