22/10/2021

Bebas Klaster COVID-19, SMP di Jember Awali Pembelajaran Tatap Muka

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jember, Bambang Hariyono, (image RRI.co.id)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jember, Bambang Hariyono, (image RRI.co.id)

situsTalenta.com – Sejak minggu ketiga bulan September 2021 yang memasuki ujian tengah semester, sebanyak 63 dari 94 SMP Negeri di Kabupaten Jember mulai menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas.

Kebijakan menggelar PTM secara terbatas di lembaga SMP ini dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jember, setelah dipastikan tidak ditemukannya klaster sekolah khususnya pada tingkat SD dan SMP di Jember.

Nur Hamid, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Jember (image: teropongindonesianews.com)
Nur Hamid, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pedidikan dan Kebudayaan Jember (image: teropongindonesianews.com)

“Karena belum ditemukan ada klaster sekolah di Jember, sejauh ini masih berjalan normal,” ungkap Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jember Nur Hamid.

Meski lembaga SMP sudah mengawali PTM, untuk lembaga SD yang juga bebas dari klaster COVID-19 hingga kini tetap menjalankan pembelajaran daring. Hal tersebut menurut Nur Hamid disebabkan karena belum memperoleh ijin dari Bupati Jember.

Mengingat statusnya masih PTM terbatas, sejumlah aturan harus dijalankan oleh lembaga sekolah dan siswa dalam menyelenggarakan pertemuan tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jember, Bambang Haryono menyampaikan diantara sejumlah aturan yang harus dipatuhi diantaranya adalah: sekolah harus membatasi jumlah siswa yang hadir dan siswa harus sudah divaksin minimal dosis pertama serta membawa surat ijin dari orang tua dan Surat Keterangan Sehat dari dokter.

“Tidak hanya kehadiran siswa saja yang dibatasi, jam pelajaran juga dibatasi yakni dua jam setiap harinya,” kata Bambang Hariyono.

Untuk tingkat kehadiran, meski Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan ijin hingga 50 persen, namun untuk Jember saat ini baru mengijinkan 25 persen tingkat kehadiran agar peserta didik lebih mudah diawasi guna mencegah kerumunan.

Apabila siswa tidak dapat memenuhi aturan yang berlaku yakni belum divaksin, tidak memperoleh ijin orang tua serta tidak membawa Surat Keterangan Sehat dari dokter, siswa yang bersangkutan hanya dapat  mengikuti pembelajaran secara daring.

Sementara untuk pihak sekolah yang menyelenggarakan PTM secara terbatas, wajib menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, menyediakan fasilitas cuci tangan serta menyediakan kelengkapan peralatan medis di Unit Kesehatan Sekolah. (SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *