Bertemu Akhmad Fauzi, S. Pd : Ajarkan 4 Aspek Kebahasaan

Akhmad Fauzi, S.Pd.

Akhmad Fauzi, S.Pd.

Anda Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia? Jika kelak jadi guru, Anda harus identik guru olahraga, lho? Guru olahraga mampu mengajarkan dan melatih para muridnya menendang bola, meloncati gala perintang ataupun melempar lembing. Guru bahasa Indonesia, ya harus mampu membaca dan menulis puisi, cerpen, dan prosa-prosa yang lain. Guru bahasa dituntut bisa menyutradarai lakon serta piawai berpidato… (Drs. Gatot Susilo S, mantan dosen Unesa)

Kali ini, situstalenta.com mewawancarai Akhmad Fauzi, S.Pd guru bahasa Indonesia di SMPN 2 Jenggawah, Jember. Dari hasil bincang-bincang secara vertual tersebut dapat disimpulkan bahwa Pak Fauzi, sapaan akrabnya, mumpuni sebagai guru ideal. Empat aspek kebahasaan yakni membaca, menulis,  menyimak, dan berbicara dikuasai betul untuk diaplikasikan dalam proses belajar mengajar.

Dalam hal menulis puisi, Pak Fauzi memiliki ketrampilan yang bagus. Karya-karya puisinya sudah didokumentasikan dan menghiasi media cetak dan media sosial. Perhatikan puisi pendeknya, yang diposting di media sosial fb berikut ini. Ken Kantata : Bahasakan sepenuh kalbu/ daun-daun/ cinta, larik-larik juwita/ Engkau sang sudra// Kertonegoro, 16 Juli 2020.

Akhmad Fawzi bersama Keluarga
Akhmad Fawzi bersama Keluarga

Pada kegiatan pembelajaran outdoor Pak Fauzi juga memberikan pembelajaran baca puisi. Sekian teori ditumplek blek. Apa reaksi para muridnya yang tergolong generasi Z itu? Pak Fauzi ditantang untuk berani merekam dalam bentuk video dan di share di youtube. Generasi Z memang merdeka belajar. Pak Fauzi pun mrrespon tantangan mereka.

Drama Kolosal

Karier sebagai guru bahasa Indonesia diawali di SMPN 1 Tanggul. Pak Fauzi menerima SK PNS (sek: ASN) pada tahun 1994. Suami Nur Aini Faizah ini mendapatkan titipan tiga putri. Lulusan prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember ini sekarang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat (Humas) di SMPN 2 Jenggawah, Jember. Selain itu, dirinya juga sebagai asesor dan tim pengembang sekolah.

Setiap tahun dirinya menyutradarai drama kolosal. Biasanya, pagelaran itu ditampilkan untuk memeringati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai contoh, Pada tahun 2015, penggemar masakan ikan pe (ikan mungsing) dan sambal bikinan istrinya itu, menyusun naskah dengan judul Bara Mahardika.

Drama Kolosal besutan Akhmad Fawzi
Drama Kolosal besutan Akhmad Fawzi

Menggarap drama kolosal tentu lebih rumit. Apalagi, para pemainnya adalah murid-murid SMP yang notabene tidak hanya fokus belajar acting. Dari sini kemampuan menyimak dan berbicara tertimpa.

Sejak masih duduk di bangku SMP, Pak. Fauzi sudah menunjulkan kemampuan dalam hal menulis dan berbicara. Tak heran jika dalam kesehariannya, hobbynya merenung, bermain catur dan baca tulis.

Tak mengherankan pula jika dirinya tergabung dalam komunitas penulis yang berlabel kompasianaer. Lewat interaksi dengan sesama penulis, Pak Fauzi berkesempatan menulis artikel yang dibukukan dengan judul : 36 Kompasianaer Merajut Indonesia.

 “Yang membanggakan, dalam buku kumpulan artikel itu, tercatat nama Yusuf Kalla sebagai salah satu penyumbang tulisan.

Buku 36 Kompasianaer Merajut Indonesia
Buku 36 Kompasianaer Merajut Indonesia

Sebagai anak ndeso, bisa nulis artikel dan dibukukan bersama mantan wakil presiden, ya.. sesuatu banget, lah,“ terang guru yang dalam bergaul selalu andhap asor ini.

SMPN 2 Jenggawah, Jember, tempat Pak Fauzi mengabdikan diri dan membangun karakter generasi Z, ini memiliki 15 rombongan belajar (rombel). “Tercatat ada 480 murid dengan 9 orang guru ASN,

13 guru wiyata bhakti dan 5 orang TAS dan karyawan. Sekolah yang beralamat di Jalan Flamboyan no 77, desa Kertonegoro, Jenggawah ini memberikan dua pilihan kegiatan ekskul bagi murid-muridnya. Ekskul itu ialah Pramuka dan teater. Pak Fauzi bertindak sebagai pembina sekaligus pelatih teater.

Akhmad Fawzi bersama Dewan Guru SMPN 02 Jenggawah
Akhmad Fawzi bersama Dewan Guru SMPN 02 Jenggawah

Untuk mendapatkan sertifikat guru dalam jabatan, Pak Fauzi dituntut mengikuti perkuliahan di Universitas Mataram, di kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Durasi waktu 1 tahun yang ditetapkan oleh Kemendikbud selaku pemberi beasiswa, dapat dipenuhi. “Saya meraih IP: 3,89.

Awalnya, saya mengikuti seleksi. Alhamdulillah, lolos sekaligus membawa pulang sertifikat,“ pungkasnya. (sr)

.

2 thoughts on “Bertemu Akhmad Fauzi, S. Pd : Ajarkan 4 Aspek Kebahasaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *