BIMA SUCI Al Banjari : Ayo Bersholawat

Bima Suci Al banjari

Bima Suci Al banjari

Selain mengejar prestasi akademis, SMA BIMA AMBULU terus mengedepankan pendidikan moral dan etika. Seni Hadrah menjadi salah satu pilihan sarana pembentukan karakter para peserta didiknya.

JEMBER. situstalenta.com – Siapa bilang sikap disiplin tak dipunyai orang-orang pekerja seni? Anggota Bima Suci Al Banjari, ekskul Seni Hadrah SMA BIMA sudah terbiasa bersikap disiplin. “Saya selalu menekankan sikap disiplin, baik sewaktu berlatih maupun saat hendak tampil di hadapan khalayak ramai, “ terang Teguh Irawan, sang pembina ekskul kesenian Islami ini.

Bima Suci Al banjari
Bima Suci Al banjari

Ada 25 murid laki-laki dan 7 murid perempuan yang mengikuti dengan aktif ekskul yang selalu tampil dengan sikap tawaddu’ ini. Ada yang memainkan alat musik, ada beberapa yang bertindak sebagai vokalis. M. Brian Affan dan Satria Ramdhan adalah vokalis laki-laki. Sedangkan di bagian putri, tercatat nama : Mifthahul Jannah, Putri Yunita dan Jamila Adhar.

Bima Suci Al Banjari tidak seperti Kesenian Hadrah yang asli. Menurut catatan yang ada di mesin pencari Geogle, Kesenian Hadrah yang asli hanya menggunakan rebana dan kendang saja. Ada juga beberapa penari. Baik pemusik maupun penarinya, semua kaum laki-laki.

“Kalau ekskul kami, instrumen musik yang kami gunakan lebih banyak, yakni: tam, rebana, bass hasby, bass Banjari, keprak dan calte. Kami hanya berdendang, tidak mempertontonkan tarian,“ tambah Mas Teguh, sapaan akrabnya staf Tata Usaha SMA BIMA kepada situstalenta.com belum lama ini.

Teguh Irawan, Pembina Ekskul Kesenian Islami SMA Bima Ambulu
Teguh Irawan, Pembina Ekskul Kesenian Islami SMA Bima Ambulu

Ketika ditanya apa motto Bima Suci Al Banjari, Mas Teguh menjelaskan bahwa motto yang diemban antara lain: satu sikap, satu jiwa, satu rasa untuk bangkit. Sedangkan misi ekskul hadrah ini ialah Menjadikan Generasi Muda Muslim yang Berakhlak Mulia. Semua anggota harus mempunyai sikap disiplin yang tinggi serta bekerja keras penuh kekeluargaan.

Beberapa syair yang biasa didendangkan antara lain : Assalamualaik, Busyrolana, Ahmad  Yaa Habibi. Sejauh ini kelompok kesenian yang banyak mendapat pujian dari kalangan kaum perempuan ini sudah berhasil menggubah beberapa syair dengan irama nada yang berbeda.

Caranya ialah dengan memberi sentuhan variasi pukulan yang variatif. Syair Ahmad Yaa Habibi dan Yaa Lal Wathon adalah dua buah syair yang telah diberi aransemen baru tersebut.

Prestasi yang telah diraih apa saja Mas Teguh? Mendapati pertanyaan demikian, lelaki yang murah senyum itu lantas menjelaskan bahwa Bima Suci Al Banjari sudah dua kali menyabet kejuaraan.Sebagai Pemenang pertama baik saat mengikuti lomba seni Hadrah di tingkat Kodim Jember maupun di tingkat Korem, Malang.

Bima Suci Al banjari Saat Memenangkan Lomba Hadrah
Bima Suci Al banjari Saat Memenangkan Lomba Hadrah

“Sementara itu, kami sudah sering tampil di berbagai acara kegiatan seperti pada Majelis Muwasholah se-Jember, kegiatan sholawatan di kecamatan Ambulu serta berbagai hajatan seperti walimahan khitan, aqiqoh , tasyakuran dan pengajian di berbagai tempat, “ jelasnya.

Dalam membina ekskul seni Hadrah ini, Mas Teguh didampingi pelatih mas Susila. Mereka berdua sangat akrab kepada para anggota. Meski begitu unggah-ungguh tetap dijaga. Sikap disiplin senantiasa ditanamkan dengan kuat. Untuk menghalau rasa jemu dan tidak monotoon berlatih dan tampil, sesekali diadakan refreshing. “Biasanya kami mengadakan camping, kerja bakti dan doa bersama,” imbuh Mas Teguh.

Seluruh Personil Bima Suci Al banjari
Seluruh Personil Bima Suci Al banjari

Pada akhir obrolannya, Mas Teguh mengajak para siswa baru untuk bergabung dengan ekskul seni hadrah ini. “Ayo bersholawat agar hati dan pikiran selalu ingat dengan nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw,” pungkasnya, serius. (sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *