01/12/2021

Bupati Jember Temui BPK Terkait Audit Investigasi Dana COVID-19 Pada Pemerintahan Sebelumnya

situsTalenta.com – Dimasa pemerintahan Faida, Pemkab Jember mengalokasikan anggaran cukup besar untuk penanganan COVID-19 pada tahun 2020 yaitu Rp.479 milliar melalui refocusing anggaran belanja tidak terduga. (BTT).

Berdasarkan dokumen laporan hasil pemeriksaan BPK, total belanja Satgas COVID-19  mencapai Rp.220,5 milliar. Sebanyak Rp.74,7 milliar yang dibelanjakan dilengkapi  dengan Surat Pertanggungjawaban SPJ namun sebanyak Rp.107 milliar tidak disertai dengan SPJ.

Laporan Hasil Pemeriksaaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Jember tahun 2020 sebesar Rp107 miliar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itulah yang membuat Bupati Jember menemui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Timur dengan didampingi pimpinan DPRD dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPM).

“Hari ini, kami akan bertemu dengan BPK untuk komunikasi audit terkait dengan temuan BPK yang menyebutkan dana sebesar Rp.107 miliar tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Hendy pada Rabu (29/9/2021).

“Kami akan mendiskusikan dengan BPK terkait dengan anggaran Rp107 miliar itu karena kalau tidak diselesaikan maka akan jadi rapor tidak baik bagi Pemkab Jember untuk tahun anggaran 2021,” tambah Hendy.

Dalam pengelolaan keuangan daerah pada pemerintahan Faida, Jember memang dua kali secara berturut-turut memperoleh opini tidak baik dari BPK. Pertama tahun 2019 mendapatkan opini Disclamer, kemudian tahun 2020 memperoleh opini Tidak Wajar.

“Di era kepemimpinan saya insya Allah semua anggaran sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan. Namun persoalan Rp107 miliar di era bupati sebelumnya menjadi beban bagi pemerintahan sekarang dan harus diselesaikan. Kalau tidak, akan jelek terus,” kata Hendy. (AK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *