Emil Dardak Sidak Pembagian Bansos di Kantor Pos

Emil Dardak Sidak Pembagian Bansos

Emil Dardak Sidak Pembagian Bansos

SURABAYA, situstalenta.com – Penyaluran Bantuan Sosial harus terus diperbaiki dengan memperhatikan aspek kesehatan dan kenyamanan bagi keluarga penerima, terlebih dimasa pandemi virus corono protokol kesehatan harus tetap dijaga dan bantuan sosial tersebut harus diterima pada penerimanya.

“Kami tantang challenge  PT. Pos Indonesia untuk menyiapkan jumlah tempat duduk agar sesuai dengan jumlah penerima dalam 1 sesi waktu dan PT. Pos Indonesia Kebonrojo Menyanggupi” kata Emil Dardak ketika melakukan aksi sidak di PT. Pos Indonesia, Senin, 15/06/2020.

“Keamanan, kesehatan nomor satu, jadi ini bukan lagi pelayanan yang mengutamakan kenyamanan 100% saja, ini bisa menjadi bahaya jika banyak orang yang tidak berkepentingan berkumpul di sini karena tempatnya terbatas” tambahnya.

Emil meminta pihak penyalur PT. Pos Indonesia harus berani bersikap tegas dalam mengambil keputusan apabila ada masyarakat yang datang untuk melakukan pengaduan.

“PT Pos Indonesia harus tegas, seandainya ada yang sengaja datang untuk melakukan pengaduan data, karena wewenang verifikasi data ada di Pemerintahan daerah masing-masing” ungkap Emil dardak

“Kita bisa sepakati semisal Kalau orang datang tanpa undangan boleh masuk, nantinya orang-orang bisa coba-coba tanpa kepastian sebenarnya dia punya atau nggak” tambah  orang nomor dua di Jatim tersebut.

Emil dardak mengatakan bahwa orang tua, ibu hamil atau ibu menyusui harus prioritaskan dalam penyaluran bansos tunai.

“Orang tua, Ibu hamil, ibu menyusui bisa mendapatkan prioritas, semisal bisa dengan tidak datang ke kantor pos, bisa disampaikan melalui kelurahan atau RT RW” jelas Emil.

Adanya masyarakat yang mengadu terkait pemblokiran data, Emil Dardak mengatakan akan mencocokkan kembali data-data penerima bantuan tersebut.

“kita akan cocokan kembali data-data penerima Karena pemblokiran data, buka blokir data ini bukan sesuatu yang sederhana, inilah yang menjadi perhatian kami” jelas suami Arumi bachsin tersebut.

“Kami mendukung upaya revisi data untuk menjaga bantuan sosial yang tepat sasaran, dengan ketentuan data yang diproses itu sudah matang, jangan yang prematur diberhentikan padahal itu penerima yang berhak” tambah Emil. (Maji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *