H. Muhammad Hasan, dari Guru Menjadi Peternak

guru jadi peternak

JEMBER, situstalenta.com – Baru tujuh bulan yang lalu masa purnatugas dia masuki. Tidak heran jika kenangan akan tempat dia bertugas sesekali masih terlintas dalam benaknya. Terlebih saat masih berdinas di SD Negeri Gelam 07 Sumberbaru, beban yang dipikul H. Muhammad Hassan, SPd. tidak bisa dipandang ringan.

Karena selaku plt Kepala Sekolah harus membawahi 10 orang guru yang kesemuanya tenaga wiyata bakti alias guru sukwan. Beruntung hampir semua guru sukwan adalah putra daerah, sehingga aktifitas belajar-mengajar dapat berlangsung dengan maksimal.

“Saya menjadi plt Kepala Sekolahpun juga karena terpaksa. Masalahnya, Kepala Sekolah yang lama meninggal dunia. Karena saya satu-satunya guru PNS yang ada di sana, maka mau tidak mau sayalah yang harus menggantikannya,” tutur Hasan.

Satu hal yang membuat laki-laki kelahiran 6 Agustus 1952 ini merasa prihatin, menurut informasi yang dia dengar, hingga kini sekolah yang ditinggalkannya tersebut masih belum memiliki Kepala Sekolah. Sehingga praktis yang mengendalilkan adalah guru-guru sukwan. Padahal, SDN Gelam 07 terbilang SD yang gemuk dengan peserta didik sejumlah 164 siswa.

Habiskan Masa Pensiun dengan Beternak

Jauh hari sebelum memasuki masa pensiun, Hasan sudah berencana untuk menghabiskan hari tuanya dengan beternak disamping menjalankan aktifitas yang lain. Itu sebabnya segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia baru yang akan dia tekuni dipersiapkannya, seperti membuat kandang, kolam dan menanam rumput.

Karena itu, begitu tanggung jawab sebagai pendidik dia lepaskan, Hasan tidak kesulitan saat beralih profesi menjadi peternak.

“Sementara ini, saya fokus pada breeding (red. pembiakan) burung dan domba. Karena berangkat dari nol, jadi masih belum banyak binatang ternak yang ada di sini,” kata Hasan sambil menyebutkan koleksi burung yang dikembangbiakkannya, yaitu burung anis kembang atau punglor batu, kenari dan burung love bird.

“Untuk punglor batu masih 3 induk, kenari 9 induk dan love bird 9 induk. Mudah-mudahan ke depan bisa berkembang,” harapnya.

Selain merawat burung-burungnya, hari-hari Hasan juga disibukkan dengan domba-domba yang juga dibudidayakannya. Namun demikian dia tidak pernah merasa kesulitan untuk mencari rumput bagi hewan ternaknya, karena sejak jauh hari dia memang sudah mempersiapkannya dengan menanam rumput.

“Cukup sekali ngarit sekitar satu jam sudah bisa dipakai untuk memberi makan domba hingga lima hari lamanya,” terang Hasan.

Saat ini domba yang dia miliki sebanyak 9 ekor domba betina, 1 ekor domba jantan dan 2 ekor domba anakan. Tentunya breeding domba tersebut akan terus dia tingkatkan, karena kandang yang sudah dia bangun memiliki daya tampung 60 ekor domba.

Tidak hanya burung dan domba saja yang dibudidayakan Hasan, dia juga berencana untuk beternak ikan. Saat ini kolam untuk budidaya tersebut sudah dipersiapkan, sehingga tinggal mengisinya dengan air dan ikan. 

“Dengan berbagai aktifitas yang saya jalani utamanya aktifitas breeding, setidaknya dapat menyingkirkan pikiran-pikiran negatif. Dan untuk orang-orang yang memasuki masa pensiun seperti saya ini memang harus selalu berpikir positif,” pungkas Hasan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *