Hari Pertama Beroperasi Pasca PSBB, Kereta Api Daop 9 Jember Terapkan Protokol New Normal

KAI Daop Jember

JEMBER, situstalenta.com – Pada hari Jumat, 12/06/2020 PT KAI Daop 9 Jember mulai beroperasi untuk pertama kalinya setelah diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pada tahap pertama tersebut, sebanyak 4 dari 12 kereta api jarak jauh yang start dari Daop 9 sudah mulai mengangkut penumpang, yaitu: Kereta Api Ranggajati rute Jember – Cirebon (pp), KA Tawangalun rute Ketapang – Malang Kota Lama (pp), KA Sritanjung rute Ketapang – Lempuyangan (pp) dan KA Probowangi rute Ketapang – Surabaya Gubeng (pp).

“Pengoperasian kembali 4 KA tersebut disertai dengan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat  guna mencegah penyebaran Covid-19 melalui transportasi kereta api.  Pengoperasian kembali KA reguler ini mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No.7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19,” terang Vice President KAI Daop 9 Jember Agus Barkah Nugraha.

Disamping itu, beroperasinya kereta api reguler jarak jauh juga mengacu pada Surat Edaran Ditjenka Kemenhub No 14 Tahun 2020 Tanggal 8 Juni 2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Pengendalian Transportasi Perkeretaapian dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk Mencegah Penyebaran Covid-19.

Karena harus menyesuaikan dengan era New Normal, untuk tahap awal, tiket yang dijual hanya 70% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. Tujuannya untuk menjaga jarak antar penumpang selama dalam perjalanan. Khusus bagi penumpang berusia lebih dari 50 tahun, petugas akan menyediakan tempat duduk yang tidak bersebelahan dengan penumpang lain saat berada di perjalanan.

Untuk pemesanan tiket, bisa dilakukan secara online lewat aplikasi KAI Access dan channel online lainnya mulai H-7 keberangkatan KA. “Sementara penjualan tiket di loket stasiun dilayani mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan KA,” kata Agus.

Persyaratan Bagi Calon Penumpang

Karena harus menyesuaikan dengan era New Normal, maka KAI memberlakukan persyaratan yang wajib ditaati calon penumpang diantaranya adalah mengenakan face shield (penutup muka) yang disediakan oleh KAI. Sedang untuk penumpang infant, diwajibkan membawa face shield sendiri.

“Calon penumpang juga wajib melengkapi persyaratan sebagaimana Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 No 7 Tahun 2020. Berkas-berkas tersebut harus ditunjukkan kepada petugas pada saat melakukan boarding,” tutur Agus.

Tiga  berkas yang wajib disiapkan dan ditunjukkan kepada petugas kereta api jarak jauh reguler diantaranya adalah : 1) Surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji Rapid-Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan; 2) Surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/ puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas test PCR dan/atau Rapid Test; 3. Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler.

“Setiap penumpang KA secara umum harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, wajib memakai masker, serta mengenakan pakaian lengan panjang atau jaket,” terang Agus.

Karena persyaratan tersebut sifatnya wajib, sehingga jika saat boarding terdapat penumpang yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku, maka tidak diperbolehkan melakukan perjalanan dan tiket dapat dibatalkan dengan pengembalian bea penuh.

“Kami juga menghimbau calon penumpang untuk datang lebih awal ke stasiun, paling lambat 30 menit sebelum jadwal keberangkatan KA untuk proses boarding dan verifikasi,” pungkas Vice President KAI Daop 9 Jember ini. (Maji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *