Jangan Khawatir, Kondisi Perbankan Masih Sehat, Aman dan Terkendali!

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember Azilsyah Noordin

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember Azilsyah Noordin

JEMBER, situstalenta.com – Secara tegas Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember Azilsyah Noordin menyatakan bahwa kondisi perbankan di Indonesia saat ini dalam keadaan sehat, aman dan terkendali!

“Keadaan baiknya darimana? Pertama indikator rasio permodalan diatas 20 persen, Kredit Bermasalah atau NPL (Non Performing Loan) masih di bawah 3 persen kemudian alat likuid yang ada di perbankan masih relatif tinggi diatas 100 persen. Jadi dalam situasi seperti ini memang kondisi perbankan kita masih baik,” terang Azilsyah Noordin.

Pernyataan tersebut perlu disampaikan karena dalam beberapa waktu terakhir beredar kabar melalui pesan Whatsapp yang menyebutkan bahwa tujuh bank yang terdiri dari bank BUMN dan bank swasta nasional dalam kondisi tidak sehat. Informasi tersebut diikuti dengan ajakan agar masyarakat menarik dana mereka yang tersimpan di tujuh bank tersebut.

Pesan berantai yang beredar lewat grup-grup Whatsapp tersebut mengutip Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II – 2019 yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap kinerja OJK untuk menguatkan tuduhan terkait kondisi perbankan di Indonesia.

Namun belakangan, pihak BPK melalui ketuanya Agung Firman mengkonfirmasi bahwa gambaran kondisi perbankan sebagaimana yang diberitakan melalui pesan berantai tersebut badalah kondisi pada akhir tahun lalu. Sedang kondisi perbankan di Indonesia pada saat ini sudah membaik.

“Kami sendiri tidak tahu berita itu berasal darimana, apakah memang ada pihak-pihak atau oknum-oknum tertentu yang menyampaikan atau memviralkan informasi itu. Tapi yang jelas kita menghimbau masyarakat supaya lebih cermat, lebih hati-hati terhadap isyu-isyu yang berkembang. Kita harus tahu dulu benar tidaknya isyu itu, jangan-jangan hoaks,” kata Azilsyah.

Lebih jauh Kepala OJK Jember ini meminta kepada masyarakat khususnya nasabah perbankan, agar tidak khawatir terhadap dana mereka yang tersimpan di bank, karena simpanan mereka dijamin sepenuhnya oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Kedua kita kan juga punya undang-undang ITE (Informasi Transaksi Elektronik). Disitu diatur  bahwa menyampaikan informasi yang tidak jelas kebenarannya sanksinya adalah  pidana. Jadi kami dari OJK tentunya juga menghimbau kepada masyarakat supaya kita semua bisa menahan diri untuk tidak menyampaikan berita-berita yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Terlebih dalam situasi seperti sekarang ini, kita semua harus bisa menahan diri untuk tidak membuat suasana menjadi semakin tidak kondusif,” harap Azilsyah.

Diakui oleh Kepala OJK Jember ini bahwa pandemi covid-19 memang berdampak pada kondisi perbankan secara nasional. Namun secara umum dampak tersebut tidak membuat kondisi perbankan terpuruk.

“Kondisi perbankan kita masih baik. Apalagi OJK tidak sendiri dalam hal ini. Kita selalu berkoordinasi dengan menteri keuangan. Selain itu pemerintah juga sudah mengambil langkah-langkah untuk melihat apalagi yang dapat dilakukan guna meminimalkan dampak covid terhadap dunia usaha, seperti memberikan subsidi, bunga untuk KUR serta yang lain. Jadi pemerintah, OJK, Bank Indonesia serta LPS, semuanya berkoodinasi dalam rangka stabilitas sistem keuangan. Kita kan ada yang namanya Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Jadi sampai saat ini semua pihak terus memantau situasi yang berkembang agar tetap aman dan terkendali, “ pungkas Azilsyah Noordin. (Maji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *