Kampung Tangguh Semeru, Idealnya Seperti Apa?

Gubernuyr Jatim, Kapolda dan Pangdam V Brawijaya

Gubernuyr Jatim, Kapolda dan Pangdam V Brawijaya

Oleh: Suluh Penggalih Kartika Aji

Kampung Tangguh Semeru merupakan program yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama seluruh stakeholders yang ada guna memutus mata rantai penyebaran covid-19. Menariknya, program ini tidak hanya efektiv dalam memerangi virus corona tapi juga bisa menjadi embrio untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa.

Pandemi merupakan epidemi penyakit yang penyebarannya mencakup wilayah yang luas dengan kasus penularan yang cepat dan memakan banyak korban.

Karena Covid-19 merupakan pandemi yang mengancam banyak orang, maka untuk mengantisipasi penyebaran virus ini tidak cukup hanya dilakukan oleh orang perorang, tapi harus dilakukan  bersama-sama dan secara serentak.

Itu sebabnya progam Kampung Tangguh Semeru merupakan konsep yang tepat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, karena melalui program ini semangat gotong royong pada diri masyarakat kembali ditumbuhkan untuk bersama-sama mengatasi penyebaran  Virus Corona.

Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si bersama Gubernur Jatim dan Pangdam V Brawijaya melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kota Kediri
Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si bersama Gubernur Jatim dan Pangdam V Brawijaya melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kota Kediri

Sekilas tentang Kampung Tangguh Semeru

#kampungtangguhsemeru yang merupakan kependekan dari sehat, aman, tertib dan rukun awalnya merupakan program dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur dengan pilot project kampung yang ada di sekitar komplek Universitas Brawijaya Malang.

Kampung percontohan ini rupanya mendapat respon positif sehingga dalam waktu singkat terbentuk 70 Kampung Tangguh se-Malang Raya. Bahkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan perhatian secara khusus sebelum akhirnya menjadikan Kampung Tangguh Semeru sebagai program dari Provinsi Jawa Timur dalam upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kapolda Jatim Bersama Pangdam V Brawijaya serta Gubernur Jatim Tinjau “Kampung Tangguh” Kota Batu dan Malang Kota
Kapolda Jatim Bersama Pangdam V Brawijaya serta Gubernur Jatim Tinjau “Kampung Tangguh” Kota Batu dan Malang Kota

Untuk menyukseskan program tersebut Gubernur Jawa Timur bersama jajaran Forkopimda yaitu Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya berkolaborasi dalam membentuk Kampung Tangguh – Kampung Tangguh lainnya di seluruh wilayah Jawa Timur. Sehingga dalam waktu kurang dari 3 bulan sudah terbentuk sebanyak 1.559 Kampung Tangguh Semeru di wilayah Polda Jatim dan jumlah tersebut masih akan terus bertambah.

Karena dipandang efektif dalam memerangi penyebaran Covid-19, dalam perkembangannya #kampungtangguhsemeru menginspirasi banyak pihak, sehingga banyak wilayah di seluruh penjuru tanah air mengadsopsinya dan terbentuklah Kampung Tangguh Nusantara.

Tidak hanya itu, #kampungtangguhsemeru juga menjadi inspirasi bagi terbentuknya Kawasan Industri Tangguh, Pasar Tangguh, Pesantren Tangguh dan Sekolah Tangguh yang kesemuanya mengadopsi sistem kerja dari Kampung Tangguh Semeru.

Perluasan Fungsi

Awal diluncurkannya Kampung Tangguh Semeru bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan menerapkan protokoler kesehatan. Penerapannya menggunakan sistem pentahelix, yaitu menggabungkan unsur pemerintah, akademisi, pengusaha,  masyarakat atau komunitas, serta media yang bersatu padu dan bersama-sama dalam mengeliminir kasus Covid-19.  

Namun dalam perkembangannya, fungsi tersebut mengalami perluasan karena kebersamaan yang terbangun dari semua pihak memungkinkan untuk dilakukan banyak hal yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memecahkan berbagai persoalan kesehatan, ekonomi, sosial dan keamanan.

Hal tersebut disebabkan karena sistem kerja yang diusung #kampungtangguhsemeru sebagaimana diungkapkan Kapolda Jatim, Irjen Muhammad Fadil Imran adalah menerapkan konsep POP (Problem Oriented Policing) dan Problem Solving atau pemecahan masalah dengan solusi.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan kampung tanggung Semeru di wilayah Kota Probolinggo Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan kampung tanggung Semeru di wilayah Kota Probolinggo Jawa Timur

Sehingga nantinya, Polda Jatim melalui Bhanbinkamtibmas dengan dibantu Babinsa akan mengajarkan cara dalam menyelesaikan masalah dengan berorientasi sebagaimana sistem dalam kepolisian.

Sementara Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Widodo Irwansyah menyampaikan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas, Babinsa serta Kepala Desa memiliki peran yang strategis dalam mewujudkan Kampung Tangguh terlebih dalam mengisi dan melatih kemampuan masyarakat.

Melalui pelatihan yang diberikan itulah, masyarakat akan semakin kuat dan tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan. Tidak hanya persoalan dalam menghadapi Covid-19 tapi juga persoalan yang terkait dengan kesehatan lainnya, persoalan ekonomi, sosial dan juga keamanan.

Tidak heran jika Gubernur Jawa Timur mengatakan bahwa fokus dari Kampung Tangguh saat ini adalah percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur. Namun dalam jangka panjang akan dapat menjadi tujuan strategis dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Apakah Kampung Tangguh Semeru Sudah Ideal?

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Muhammad Fadil Imran melaunching 34 Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Muhammad Fadil Imran melaunching 34 Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo

Sebagai sebuah konsep dan program yang baru berjalan, #kampungtangguhsemeru memang masih jauh dari kata ideal. Namun demikian program ini setidaknya sudah bisa menjadi solusi dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang saat ini tengah kita hadapi bersama.

Harapannya tentu saja penyempurnaan dapat terus dilakukan karena pembentukan Kampung Tangguh Semeru merupakan embrio dari sebuah wacana besar dan strategis dalam mengatasi berbagai persoalan yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat, mulai dari persoalan kesehatan, ekonomi, sosial hingga keamanan.

Untuk menuju pada kondisi ideal itulah, beberapa langkah perbaikan dan penyempurnaan perlu dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Harus diakui dari sekian banyak Kampung Tangguh yang telah terbentuk, sebagian besar diantaranya bersifat top down, dalam arti pembentukannya dimotori oleh pejabat setempat atau setidaknya tokoh-tokoh masyarakat. Beberapa diantanya memang ada yang dibentuk atas kesadaran masyarakat, namun jumlahnya relatif sedikit.

Dalam kondisi darurat seperti sekarang ini, langkah tersebut memang perlu dilakukan. Namun kedepan harus pula mulai ditanamkan kesadaran kepada masyarakat dengan cara memberikan edukasi dan sosialisasi, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Edukasi dan sosialisasi secara langsung dapat dilakukan dengan menggelar pertemuan bersama warga serta mengajak mereka untuk ikut memikirkan persoalan yang tengah berkembang di lingkungan sekitar serta bersama-sama memecahkannya.

Edukasi dan sosialisasi secara tidak langsung bisa melalui poster, pamflet, baliho atau spanduk-spanduk bernuansa edukatif yang dipasang di tempat-tempat keramaian, memanfaatkan radio komunitas dan berbagai cara yang lain.

2. Memberikan Payung Hukum

Sebuah program kerapkali berjalan ditempat sebelum akhirnya mati disebabkan ketiadaan payung hukum yang jelas dalam melindungi pelaksanaan program tersebut.

Gubernur Jawa Timur didampingi Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya meninjau Kampung Tangguh Semeru di Desa Bolorejo, Kec Kauman, Kab Tulungagung.
Gubernur Jawa Timur didampingi Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya meninjau Kampung Tangguh Semeru di Desa Bolorejo, Kec Kauman, Kab Tulungagung.

Hal yang sama bisa terjadi pada #kampungtangguhsemeru manakala program yang sudah berjalan ini tidak ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya peraturan dan undang-undang.

Untuk itulah Gubernur bersama jajaran Forkopimda yaitu Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya hendaknyan tidak hanya fokus pada implementasi program di lapangan, tapi juga menggandeng pihak legislatif, baik DPRD Provinsi maupun DPRD Tingkat II untuk bersama-sama membahas peraturan dan perundang-undangan yang dapat menjadi payung hukum bagi pelaksanaan Kampung Tangguh Semeru.

3. Alokasikan  Anggaran

Jika saat ini pembentukan Kampung Tangguh Semeru sebagian besar anggarannya diambil dari dana penanggulangan Covid-19, maka kedepan sudah harus dipikirkan dan dialokasikan anggaran melalui APBD dan sumber dana yang lain agar Kampung Tangguh yang telah terbentuk dapat tetap berjalan.

Idealnya dana untuk mengelola Kampung Tangguh memang bersumber dari masyarakat serta para donatur seperti pengusaha. Namun harus pula disadari bahwa kondisi ekonomi masyarakat disatu tempat dengan tempat yang lain berbeda.

Untuk itulah pemerintah perlu mengalokasikan anggaran khusus bagi Kampung Tangguh. Anggaran tersebut nantinya bisa dijadikan sebagai dana pendamping atau sebagai stimulan untuk menggenjot perekonomian masyarakat atau untuk kepentingan lainnya terkait pelestarian Kampung Tangguh.

Demikian sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk melestarikan Kampung Tangguh Semeru. Sehingga program yang sudah berjalan dengan baik dalam meminimalisir penyebaran Covid-19 tersebut dapat mencapai sasaran yang lebih luas dan lebih strategis, yaitu mengatasi berbagai persoalan yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat serta menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *