Media Online Abal-abal yang Diduga Berafiliasi dengan Calon Bupati Petahana Dipolisikan!

Sutrisno, Wartawan Nusadaily.com

Sutrisno, Wartawan Nusadaily.com

JEMBER, situstalenta.com – Dengan didampingi belasan awak media, Sutrisno, wartawan media online Nusadaily.com melaporkan media online jemberterkini.com atas kasus pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pada Selasa, 07/07/2020.

Laporan tersebut diterima langsung oleh Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Fran Delanta Kembaren, SH, SIK. yang menyampaikan akan menindaklanjuti laporan tersebut serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

“Langkah-langkah yang harus kita lakukan ada beberapa tahapan. Tentang tahapan-tahapan tersebut biar nanti penyidik yang mengerjakan. Nanti penyidik yang akan menentukan, siapa saja kira-kira yang akan dimintai keterangan,” kata Kasat Reskrim Polres Jember.

Laporan itu sendiri berawal dari pemberitaan yang dimuat media online jemberterkini.com dengan judul “Siapakah Sutrisno Dibalik Pemberitaan NusaDaily.com yang selalu Menyudutkan Bupati Jember?”.

Isi dari berita tersebut dengan terang-terangan menyudutkan Sutrisno yang selama ini dianggap selalu menulis informasi-informasi negatif seputar kebijakan Pemkab Jember dan kasus-kasus yang melingkupi Bupati Jember, Faida, yang nota bene akan maju lagi dalam Pilkada 2020 pada bulan Desember nanti.

Sutrisno dalam pemberitaan yang ditulis jemberterkini.com dituduh tidak profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang jurnalis karena hanya menuliskan sisi negatif dari Faida serta diduga berafiliasi dengan calon bupati lainnya yang bakal menjadi kompetitor dari Faida.

Pembelaan Sutrisno

Di hadapan awak media, Sutrisno menyampaikan bahwa kedatangannya ke Polres Jember adalah untuk melaporkan pemilik web jemberterkini.com dan penulis berita yang menyudutkan dirinya dengan memfitnah dan menyerang secara personal serta menyalahgunakan informasi untuk kepentingan-kepentingan yang tidak baik.

“Saya merasa dirugikan atas salah satu tulisan yang berjudul “Siapakah Sutrisno Dibalik Pemberitaan NusaDaily.com yang selalu Menyudutkan Bupati Jember?”. Artinya ini media adalah media yang kami duga terafiliasi dengan salah satu calon bupati yaitu petahana,” papar Sutrisno.

Dugaan tersebut muncul karena sebelum menulis tentang diri Sutrisno, jemberterkini.com juga mempublikasikan kegiatan-kegiatan pemerintahan, kegiatan-kegiatan petahana dengan pasangannya, juga pemberitaan tentang Rumah Sakit Bina Sehat yang nota bene adalah rumah sakit milik calon petahana,

Selain itu juga ada liputan tentang organisasi pengusaha muda dan liputan terakhir itulah yang kemudian di crosscek oleh wartawan Nusdaily.com ini. Hasilnya dia menemukan  petunjuk awal guna mengusut dan menemukan penulis berita sekaligus pemilik website jemberterkini.com, karena pemberitaan tersebut merupakan liputan eksklusif dan hanya satu wartawan yang melakukan liputan. Petunjuk awal itulah yang kemudian disampaikan ke pihak yang berwajib dan meminta keposian untuk menelusuri hal tersebut.

“Kami juga sudah menelusuri, web ini domainnya beli dimana, servernya beli dimana. kami berikan bukti-bukti petunjuknya kepada kepolisian untuk ditelusuri. Jadi kepolisian bisa memanggil perusahaan yang menyediakan domain web itu untuk dimintai keterangan tentang siapa yang mengelola atau memiliki web jemberterkini.com,” papar Sutrisno.

Lebih lanjut Sutrisno menyampaikan bahwa jemberterkini.com sebenarnya bukan produk jurnalistik dan bukan media pemberitaan karena media online tersebut selain tidak berbadan hukum juga tidak menunjukkan identitas pengelola. Artinya si pengelola dengan sengaja menyembunyikan identitasnya karena memiliki maksud-maksud yang tidak baik.

“Seharusnya kalau menjadi media itu harus jelas badan hukumnya, orangnya siapa, alamat kantornya dimana. Ini adalah penyalahgunaan ITE. Jadi, selain menyerang saya secara personal, juga telah membohongi publik dan melanggar ketentuan-ketentuan dalam Undang-Undang ITE.”

“Saya selama ini memang fokus memberitakan tentang beberapa kasus di Jember dan terbukti di beberapa audit BPK juga disebut, misalkan tentang kelebihan insentif yang diterima oleh bupati, kemudian kelebihan-kelebihan volume proyek di Pemkab Jember, dan sekian banyak penyalahgunaan pengadaan barang persediaan, ini sepertinya mereka risih dengan itu,” ungkap Sutrisno.

Menurut Sutrisno tidak seharusnya jemberterkini.com menyerang dia secara pribadi,  memfitnah dan menuduhnya melakukan kerja-kerja jurnalistik dengan tidak profesional.

“Padahal dalam kerja-kerja jurnalisik saya selalu berusaha bekerja profesional, crosscek, recek, konfirmasi selalu saya laklukan. Kalau kemudian saya dianggap tidak memberikan ruang pada Bupati Jember, lihat saya bisa buka WA saya, lihat dan crossceck WAnya bupati.  Saya selalu kirim WA untuk konfirmasi.”

“Bahkan terakhir saya ketemu dengan bupati pada acara Hari Bhayangkara di Koramil Pakusari, saya minta langsung wawancara, tapi beliau tidak mau menjawab. Artinya ruang konfirmasi selalu saya berikan. Saya tidak pernah tidak memberikan ruang konfirmasi karena saya bekerja secara profesional untuk kepentingan pemberitaan.”

“Kalau mereka keberatan seharusnya kan melakukan klarifikasi, bikin sanggahan dan memakai ruang yang telah saya berikan untuk klarifikasi dan konfirmasi. Bukan kemudian  membuat tulisan yang menyudutkan dan mengopinikan seolah-oleh saya tidak profesional. Ini yang harus saya luruskan,” papar Sutrisno panjang lebar.

Terakhir  wartawan Nusadaily.com ini menantang siapa saja yang telah membuat tulisan yang telah menyudutkan dirinya tersebut untuk bertemu secara terbuka agar menunjukkan  sisi mana dari tulisan-tulisan yang telah dia buat yang dinilai tidak proporsional dan profesional.

Namun, tantangan Sutrisno tersebut tampaknya tidak akan bersambut, karena sekitar pukul 02.00 siang, jemberterkini.com sudah tidak bisa diakses. Artinya, pihak pengelola maupun penulis yang menyudutkan Sutrisno merasa takut dan merasa bersalah atas pemberitaan yang telah mereka buat. (Maji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *