22/10/2021

Pameran Artefak Meteorit Pertama di Dunia Digelar di Jember

Pembukaan Pameran Artefak Meteorit oleh Bupati Jember

Pembukaan Pameran Artefak Meteorit oleh Bupati Jember

situsTalenta.com – Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-76, Pemkab Jember menggelar Pameran Artefak Meteorit dengan tajuk “Keagungan Peradaban Nusantara”.

Pameran artefak meteorit yang digelar untuk pertama kalinya di dunia tersebut bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha dan dibuka secara langsung oleh Bupati Jember, Ir.H. Hendy Siswanto pada Sabtu (28/08/2021).

Selama dua hari pengunjung dapat melihat berbagai jenis artefak yang pembuatannya menggunakan bahan meteorit, baik secara luring maupun daring). Karena panitia penyelenggara yakni Yayasan Jember Fashion Carnaval (JFC) menggelarnya secara hybrid.

Untuk mereka yang ingin melihat secara langsung juumlahnya dibatasi dan wajib menerapkan protokol kesehatan. Sedang yang tidak berkesempatan mengunjungi Pendopo Wahyawibawagraha, dapat mengunjungi secara daring karena pameran ini disiarkan di lima benua dengan tajuk “Meteorite Artefacts & Culture”.  

Menurut Presiden JFC, Budi Setiawan, dalam pameran akan dipertontonkan 76 artefak meteorit yang didatangkan divisi Board Conselor of Art Science & Culture dan terdiri dari beragam mahkota, terompah, baju zirah, tandu perang, sabuk, kalung, beragam senjata dengan beragam ukuran, lempengan batu meteorit, dan masih banyak lagi yang lainnya.

“Satu fakta yang kami lihat dan rasakan bahwa ragam, bentuk dan ukuran artefaknya memang di luar nalar kita yang saat ini berada di dunia modern,” kata Iwan. Hal tersebut, imbuhnya, menjadi bukti kuat tentang keberadaan benda-benda metalurgi luar biasa yang terbuat dari campuran meteorit.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Jember saat ditanya oleh awak media. Menurut Hendy Siswanto, pameran tersebut bisa menjadi motivasi bagi generasi berikutnya karena nenek moyang kita pada zamannya telah menguasai teknologi yang luar biasa.

Disamping itu Hendy juga menyampaikan bahwa kegiatan pameran tersebut dapat menjadi penyemangat di sektor pariwisata yang hingga kini masih dihantui pandemni COVID-19.

“JFC telah menggugah kita bahwa sejarah luar biasa pernah dimiliki oleh Indonesia. Tidak ada hari ini jika tidak ada hari kemarin, artinya dengan adanya peradaban masa lalu yang sedahsyat ini, seharusnya membuat kita di masa modern ini harus lebih dahsyat lagi. Kita harus terus lebih baik dari kemarin,” pesan Bupati Jember. (SPKA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *