Puisi-Puisi Samiadi Rahman

Samiadi Rahman

Samiadi Rahman

BIARKAN

Biarkan aku menangis anak dan cucu-cucuku

Biarkan aku terisak suntuk di saat sholat

Biarkan aku bersusah payah menjalin komunikasi Biarkan aku bernyanyi di sepanjang siang dan malam hari Biarkan aku tertawa di hadapan penguasa alam semesta ini

Ambulu, Jember, 27 Mei 2020

NAWAITU

Saat nawaitu

Dapat satu

Nawaitu itu

Melintas bagai kilat

Cepat tangkap

Wujudkan

Kebajikan

Dua didapat

Sebelum hati mati

Dan pikiran

Dipenuhi

Kalkulasi

Ambulu, Jember, 27 Mei 2020

Samiadi Rahman

BEDA TIPIS

Saat datang rasa gembira

Terselip juga linang air mata

Pertanda suka dan duka

Datang silih berganti

Begitu dihampiri rasa sedih tak bertepi

Menyelinap nalar terima realita

Pertanda suka dan duka

Bolak-balikkan hati ini

Ambulu, Jember, 27 Mei 2020

CINTAKU

Cintaku padamu sekarang biasa-biasa saja

Kutemukan sudah cinta sejati nan abadi

Cintaku padamu sekarang jauh berkurang

Kudapatkan sudah cinta mesra tak berbilang

Berpelukan, bermesraan dan bercumbu rayu

Kubagi jua cinta duniaku pada kaum papa

Kelak saat di liang kabur

Tak menangis pengin bangkit

Sesali hubbuddunya

Yang dulu jadi sesembahan

Yang erat dalam genggaman

Ambulu, Jember, 29 Mei 2020

CINTANYA

Cintanya padamu tumpah ruah kemana-mana

Cintanya padamu suntuk tak kenal kantuk

Cintanya padamu bagai tak kenal mati

Cintanya padamu bagai balita kehilangan botol susu

Cintanya padamu melupakan Pencipta alam semesta

Cintanya padamu menisbikan kehidupan kekal kelak nanti

Cintanya padamu melupakan kasih sayang ayah ibu

Cintanya padamu mengabaikan sanak famili tercinta

Ambulu, Jember, 7 Juni 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *