Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 dengan Pendekatan Kultur

Camat Silo beserta jajarannya

Camat Silo beserta jajarannya

JEMBER, situstalenta.com – Empat bulan berjalan sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia utamanya wilayah Kabupaten Jember, hingga kini Kecamatan Silo menjadi salah satu dari 8 kecamatan di Jember dengan kasus zero positif.

Hal tersebut tentunya patut disyukuri dan diapresiasi di tengah suasana prihatin dengan ditetapkannya Jember sebagai zona merah.

“Alhamdulillah, Ini berkat perlindungan Allah dan usaha dari masyarakat,” kata Camat Silo Drs. Nunung Agus Andriyanto.

Camat Silo: Drs. Nunung Agus Andriyanto

Terkait upaya yang dilakukan pihak kecamatan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Nunung menyampaikan bahwa dirinya bersama seluruh jajaran Muspika, para pegawai kecamatan dan selurun Kepala Desa beserta kerawatnya berusaha untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat di tengah kondisi yang membingungkan sekaligus menakutkan.

 “Kita mencoba melakukan pendekatan kultural untuk menyampaikan program-program pemerintah. Sehingga kebiasaan-kebiasaan yang dapat menjadi sarana penyebaran Covid-19  yang sebelumnya dilakukan masyarakat Silo dapat dihentikan secara sadar melalui himbauan-himbauan yang kami sampaikan. Alhamdulillah, walaupun agak berat, saya lihat 80% masyarakat Silo mematuhinya. Jadi hanya sebagian kecil saja yang melanggar, itupun karena ketidaktahuan mereka,” terang Nunung.

Untuk dapat mengajak masyarakat agar mematuhi protokoler kesehatan itulah Camat Silo ini tidak segan-segan turun ke seluruh sudut wilayah kerjanya, bahkan ke wilayah yang sangat jauh seperti Desa Mulyorejo.

“Dalam seminggu saya kesana bisa 2 – 3 hari. Karena pada kondisi seperti sekarang ini, masyarakat sangat mengharapkan kehadiran pemerintah,” ungkap Nunung.

Dalam kunjungan yang dilakukan tersebut, selain tidak bosan-bosannya mengajak masyarakat untuk mematuhi protokoler kesehatan juga melakukan penyemprotan disinfektan ke masjid-masjid, mushollah-mushollah, sekolah-sekolah dan rumah-rumah warga.

Bagi Nunung, menjelajah wilayah kecamatan Silo bukan hal yang sulit, karena dirinya paham betul setiap sudut dari wilayah kerjanya. Betapa tidak, masa kecilnya sedari SD hingga SMA dihabiskan di Silo.

Saat mengabdi kepada pemerintah, tepatnya sejak tahun 1987, dia menjadi guru selama 14 tahun dan menjadi Kepala Sekolah selama 8 tahun di Silo. Setelah itu dia bertugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Jember selama 9 tahun, lalu di mutasi ke Kecamatan Jenggawah selama 3 tahun 2 bulan sebelum akhirnya dipercaya untuk menjabat sebagai Camat Silo sejak 7 Januari 2020.

Selain terus melakukan pendekatan kultural kepada masyarakat untuk mengajak mereka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Nunung juga aktif bahkan hampir setiap hari menemani para petugas yang berjaga di Pos Covid-19 bagian timur yang merupakan perbatasan antara Jember dan Banyuwangi.

Selama dua bulan dia selalu berada di lokasi sejak pukul 06.00 hingga pukul 23.00 dan baru pulang saat mau istirahat. “Salah satu tujuan saya adalah ingin tahu seperti apa kultur masyarakat yang melintas batas dari banyuwangi, serta bagaimana cara penanganannya,” kata Nunung.

Kini dalam era New Normal, aktifitas menyosialisasikan program pemerintah terkait penanganan Covid-19 masih akan terus dilanjutkan, meski dia yakin masyarakat Silo telah memiliki kesadaran yang tinggi.

“Cara menyikapi pandemi ini di era NewNormal yaitu bagaimana kita bisa hidup normal tetapi corona tidak menular. Contoh, kalau dulu orang pakai masker hanya saat sakit, sekarang justru kalau tidak ingin sakit maka wajib pakai masker. Dulu bersalaman kalau jumpa sekarang justru menghindari bersentuhan dengan orang lain. Dulu cuci tangan hanya saat mau sholat dengan cara berwudlu, sekarang setiap kali keluar-masuk rumah harus dibiasakan mencuci tangan,” tutur Nunung.

Diakhir pembicaraan Camat Silo ini berharap agar siapapun dapat berharmonisasi dengan lingkungan serta menjaga diri agar Corona agar tidak sampai menular pada diri kita,  keluarga serta masyarakat di sekeliling kita. (Maji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *