Rambipuji All Out Tangani Covid-19

Pelaksanaan Rapid-Test bagi Santri dan Pengasuh Ponpes di Rambipuji

Pelaksanaan Rapid-Test bagi Santri dan Pengasuh Ponpes di Rambipuji

JEMBER, situstalenta.com – Tiga kasus positif corona yang ada di Rambipuji, membuat seluruh elemen masyarakat, pihak Muspika, Kepala Desa dan stakeholders terkait lainnya harus bekerja lebih keras dalam menangani penyebaran covid-19, hal tersebut disampaikan oleh Camat Rambipuji Sukowinarno.

“Salah satu langkah yang sudah kita lakukan sejak seminggu yang lalu bersama Pemkab Jember adalah melaksanakan rapid test kepada para santri dan pengasuh pondok pesantren,  baik yang mau balik ke Ponpes yang ada di Jember maupun yang mau balik ke Ponpes luar kabupaten Jember. Untuk Rambipuji sampai dengan hari ini sudah sebanyak 861 santri dan pengasuh yang telah menjalani rapid-test dari target 1981 orang yang tersebar di 16 ponpes,” terang Sukowinarno.

Camar Rambipuji, Sukowinarno

Tidak hanya itu, pihak kecamatan juga merasa perlu untuk turun langsung ke lapangan utamanya ke tempat-tempat yang menjadi pusat berkumpulnya massa seperti pasar, pertokoan, Terminal Tawang Alun dan stasiun kereta api, untuk melihat sejauh mana kesiapan dalam menghadapi New Normal.

Sosialisai tentang protokol kesehatan juga tidak henti-hentinya dikampanyekan di tengah-tengah masyarakat disertai dengan tindakan penyemprotan disinfektan dan pembagian masker.

Namun, sebagaimana masyarakat yang ada di kecamatan atau wilayah lain, upaya pencegahan penyebaran covid-19 tersebut ada yang menanggapinya dengan positif dalam arti mengikuti anjuran yang disampaikan, ada juga yang apatis.

“Tapi kita tidak boleh putus asa untuk terus menyampaikan dan Alhamdulillah untuk pusat-pusat keramaian seperti pasar, saat ini sudah menggunakan standard kesehatan sehingga sudah banyak timba dan kran air kita temui disana, masker juga sudah dibagikan dan kita harapkan baik kepada pedagang maupun pembeli untuk memakai masker,” tutur Sukowinarno.

Terkait pelaksanaan rapid-test yang dilangsungkan di 16 titik, karena hingga kini masih belum mencapai separuh dari target yang telah ditetapkan, Pemkab bersama Muspika bersepakat untuk memformasikan pada jadwal-jadwal berikutnya.

“Karena ternyata masyarakat yang mau di rapid test itu sebagian besar takut, dalam arti bagaimana nanti bila ditemukan reaktif, bagaimana nanti image masyarakat kepada Ponpes dan sebagainya. Itu yang kita jelaskan secara persuasif bahwa tujuan dari rapid test adalah untuk menciptakan ketenangan serta serta kepastian bahwa yang bersangkutan steril,” kata Sukowinarno.

Selain melakukan rapid-test kepada para santri dan pengasuh ponpes, Camat Rambipuji ini berharap agar ke depan pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah kabupaten melakukan hal yang sama kepada anak-anak sekolah yang kini memasuki tahun ajaran baru. (Maji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *