SDN Sabrang 02 Ambulu, Masyarakat Andarbeni

Kepala Sekolah dan Dewan Guru SDN Sabrang 02 Ambulu

Kepala Sekolah dan Dewan Guru SDN Sabrang 02 Ambulu

JEMBER, situstalenta.com – Siang itu cuaca cerah. H. Abdul Rosyid, S.Pd sengaja bertandang ke rumah beberapa orang tua murid pada jam istirahat. Saat bersilaturrohim itu, mereka kompak meminta agar SDN Sabrang 02 Ambulu, memiliki sarana drumb band.

“Iya pak, kami pengin anak-anak kami tampil, lho?” ungkap Pak Rosyid, sapaan akrabnya, menirukan usul para orang tua murid tersebut. “Mendapati usulan itu, saya ya terus melakukan rapat dengan dewan guru, berkonsultasi pula dengan komite sekolah. Dan alhamdulillah… pengadaan sarana drumb band bisa terwujud dalam waktu singkat,” ungkap pria yang murah senyum ini.

Pak Rosyid memulai karier sebagai pendidik tahun 1983. Tugas pertama di SDN Garahan 02 Silo. Tiga tahun berikutnya mutasi di SDN Sanenrejo 02 yang berlokasi di dusun Kraton, sebelum dimekarkan menjadi desa baru, Wonoasri.

Hanya dua tahun Pak Rosyid bekerja di wilayah Tempurejo. Pada tahun 1988, bapak dua putri ini, selanjutnya menjadi guru di SDN Sabrang 02. Setelah 22 tahun menjalani tugas di tengah masyarakat yang homogin, sebagian besar petani dan bersuku Jawa, pada tahun 2010 dipromosikan menjadi kepala SDN Sumberejo 02 yang berlokasi di dusun Sidomulyo.

 “Di sana saya ikut membidani berdirinya SMP Negeri Satu Atap. Lembaga itu sekarang sudah berdiri sendiri, bernama SMPN 03 Ambulu,” jelasnya.

Pengabdian di SDN Sumberejo 02 berlangsung selama tiga tahun, yakni sejak tahun 2010 sampai tahun 2013. “Pada awal tahun ajaran 2013 saya diminta oleh Pengawas untuk menjadi Plt di SDN Sabrang 02 sini. Secara definitif, pada tahun 2013 saya fokus mengelola lembaga ini,” terangnya seraya menambahkan jumlah murid kelas I dan II mengalami penurunan drastis. Itu pula sebabnya, saat jam istirahat dirinya sering bersilaturrahim ke beberapa masyarakat sekitar untuk mendapatkan masukan bagi lembaga yang dipimpinnya.

Dua Rombel

Setelah menuruti permintaan warga masyarakat yang menjadi stakeholder, jumlah murid baru kelas I meningkat kembali. Pada tahun-tahun selanjutnya, jumlah murid baru sebanyak dua rombel selalu didapatkan.

Warga masyarakat yang homogin, suku Jawa dan sebagian besar bekerja sebagai petani, memercayai lembaga pendidikan dasar ini untuk mendidik putra-putri mereka. “Bahkan, ini ada 3 murid kelas I yang bersifat titipan. Lha, mau gimana lagi…wong, orang tuanya memaksa untuk menitipkan putranya, padahal saya sudah diminta membuat laporan. Jadinya, ya…tahun pelajaran 2020-2021 ini mereka baru berstatus siswa kelas I secara definitif,” terangnya.

SDN Sabrang 02 juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang lainnya. Bangunan musholla sekolah pun dimanfaatkan oleh warga pada saat sore dan malam hari. “Sedangkan pada pagi hari, saya menjadwal murid-murid yang sudah fasih membaca Alqur’an untuk melakukan tartil secara live dan dipancarkan lewat pengeras suara. Biasanya, setiap.hari ada 4 anak yang melaksanakan tartil tersebut, “ tambahnya.

Para murid mendapatkan pendidikan keagamaan tidak melulu pada saat ada jam pelajaran agama saja. Namun, setiap hari. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, para murid melakukan doa bersama dan membaca Asmaul Husnah. Pada saat jam istirahat didirikan pula sholat Dhuha berjamaah.

Stakeholder

Lembaga pendidikan membutuhkan dukungan warga masyarakat. Apabila tidak mendapatkan partisipasi, tidak segan-segan warga meminta lembaga pendidikan di tempat lain meskipun lokasinya jauh dari tempat tinggalnya.

Warga masyarakat pun akan merasakan manfaat yang besar apabila lembaga yang berada di sekitar tempat tinggalnya, memberikan tambahan layanan yang sangat diperlukan untuk membangun karakter, moral dan kecerdasan putra-putri mereka.

Oleh karena itu, SDN Sabrang II setiap tahun mengadakan Gebyar Seni. Dengan semboyan: dari, oleh, dan untuk murid dan orang tua murid, acara tahunan itu selalu berlangsung sukses.

“Saya pun membuka peluang seluas-luasnya bagi murid-murid yang ingin mengembangkan kreativitas di bidang seni maupun olahraga. “Syilla, salah satu murid saya, ikut membawa nama baik sekolah. Putri cantik ini sudah sering memenangi kontes fashion show. Dia sering tampil di tingkat kabupaten sampai tingkat provinsi Jawa Timur. Kalau tidak ada wabah Corona, Syilla akan berlenggak-lenggok di catwalk tingkat nasional,” pungkas Pak Rosyid, bangga. (sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *