SMAN 01 Tanggul; Sukses Membangun Jiwa Kewirausahaan, Raih Penghargaan dari Dispendik Jatim

SMAN 1 Tanggul

JEMBER, situstalenta – Diantara beberapa orang Kepala Sekolah SMA yang terpilih dan memperoleh penghargaan dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur sebagai “Kepala Sekolah Inovatif” salah satu diantaranya adalah Dora  Indriana, S.Pd. M.Pd., Kepala SMA Negeri 01 Tanggul.

Berkat tiga karya inovatif yang dia ciptakan di tempat dia bertugas, Dora berhasil mengharumkan nama Jember di kalangan dunia pendidikan di Jawa Timur. Lebih dari itu, inovasi yang dia lakukan memberikan perubahan yang signifikan kearah yang positif, baik bagi tenaga pendidik maupun anak didik di lingkungan SMA Negeri 01 Tanggul.

Perjalanan  Karir

Kepala SMAN 01 Tanggul, Dora Indriana, S.Pd. M.Pd

Menilik perjalanan karir Dora di dunia pendidikan, sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan jika dia terpilih sebagai salah satu “Kepala Sekolah Inovatif”. Selain karena jam terbangnya yang terbilang tinggi dalam membangun lembaga pendidikan juga karena sejumlah prestasi yang pernah dia raih sebelumnya.

Saat masih menjadi guru di SMA Negeri 01 Jember selama kurang lebih 20 tahun, Dora pernah meraih juara II dalam Pemilihan Guru Berprestasi Tahun 2005, selanjutnya mulai aktif di berbagai kegiatan nasional di sepanjang tahun 2006 – 2007. Sebelum akhirnya maeraih juara I Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional pada tahun 2008.

Berkat prestasi yang diraihnya tersebut, Dora memperoleh reward berupa study edukasi ke Malaysia – Singapura, ke Thailand dan ke Tiongkok.

Selain memberikan kontribusi di dunia pendidikan dalam skup nasional, Dora juga berperan aktif dalam membangun lembaga tempat dia bertugas dengan menduduki jabatan sebagai Waka Sarana-Prasarana. Tidak heran jika kemudian dipercaya dan diangkat sebagai Kepala Sekolah di SMA Negeri 01 Jember oleh Bupati dilanjutkan dengan pengangkatan kembali oleh Gubernur pada tahun 2017.

Kepala SMAN 01 Tanggul dalam Kegiatan Pembagian Masker yang Diproduksi Peserta DT
Kepala SMAN 01 Tanggul dalam Kegiatan Pembagian Masker yang Diproduksi Peserta DT

Setelah setahun bertugas di Jember, selanjutnya dipindahtugaskan ke SMA Negeri 01 Tanggul pada bulan Januari 2018. Disinilah tantangan berbeda harus dia hadapi. Karena terdapat cukup banyak perbedaan antara SMAN 01 Jember dengan SMAN 01 Tanggul.

“Perbedaannya cukup banyak, mulai dari perbedaan kultur, perbedaan nilai baik akademis maupun non-akademis, perbedaan ASN, serta yang lain. Butuh waktu sekitar 1 – 2 bulan buat saya untuk beradaptasi sebelum akhirnya benar-benar memahami kondisi yang ada di sini,” terang Dora saat ditemui di ruang kerjanya yang ada di SMAN 01 Tanggul.

IT dan Kompetensi Guru

Dora masih ingat benar pesan dari Kepala Dispendik Provinsi Jatim yang saat itu dijabat Syaiful Rahman ketika melantik dirinya sebagai Kepala Sekolah. Pesan tersebut adalah harapan agar setiap Kepala Sekolah membuat minimal 1 inovasi pertahun di lembaga tempat dia bertugas.

“Inovasi berarti kan melakukan apa yang belum pernah dilaksanakan atau menambahkan dari sesuatu yang sudah ada di sekolah. Berangkat dari pesan tersebut, begitu bertugas saya langsung membuat sebuah agenda, paling tidak dengan merencanakan;  lahan seluas ini mau dijadikan apa, terus siswa ini mau dikemanakan?,” tutur Dora.

Akhirnya 5 program awalpun disusun dan dilaksanakan, mulai dari upaya untuk meningkatkan nilai Ujian Nasional (UN), mengembangkan kompetensi guru utamanya terkait dengan Teknologi Informasi sampai dengan membangun dan meningkatkan fasilitas IT yang ada di sekolah.

“Speed guru-guru di sini untuk melek IT masih perlu dipercepat termasuk dalam hal pengembangan metode pembelajaran dengan menggunakan media digital. Sebagai contoh jika di SMAN 01 Jember yang namanya laptop dan LCD merupakan hal yang biasa, di sini masih perlu sentuhan. Karena itu, apa yang sudah saya lakukan di SMAN 01 Jember saya terapkan di sini,” terang Dora.

Kepala SMAN 01 Tanggul ini juga berupaya agar guru-guru di lembaganya bisa terus mengembangkan diri melalui workshop atau pelatihan setidaknya 2 – 3 kali dalam setahun untuk workshop intern. Hal tersebut mengacu pada program Sekolah Rintisan yang dulu dia laksanakan di SMAN 01 Jember dengan menggelar 5 kali workshop intern bagi guru dalam setahun.

Pemanfaatan Lahan yang Luas di SMAN 01 Tanggul

“Dengan workshop tersebut harapannya agar kenaikan pangkat Bapak/Ibu guru dapat lebih lancar. Sebab di sini yang terbanyak adalah golongan III sedang golongan IV-nya kurang. Artinya speed untuk ke jenjang lebih tinggi atau naik pangkat itu dalam pandangan saya lambat. Karena saya sendiri, dengan usia yang ada saat ini sudah mau ke golongan IV-C,” kata Dora yang berharap agar tenaga ASN di lembaganya dapat naik pangkat paling tidak dalam 2,5 tahun.

Terkait peningkatan program IT, tidak hanya kemampuan guru saja yang digenjot tapi juga kemampuan siswa melalui penambahan fasilitas IT di SMAN 01 Tanggul. Diceritakan oleh Dora bahwa saat pertama kali dia bertugas di SMAN 01 Tanggul jumlah komputer yang dimiliki lembaga masih kurang, akses masih menggunakan paper test dan tidak memiliki jaringan internet.

“Hal itulah yang membuat kami melakukan langkah dengan membuka access point pada tahun 2019 kemarin sehingga Bapak/Ibu guru sudah mulai bisa melakukan ujian online di kelas. Ulangan harian dan ujian semester pun kita laksanakan secara online di kelas dengan menggunakan acces point,” terang Dora.

Tidak hanya itu, lewat access point tersebut saat pengumuman kelulusan kemarin, anak-anak SMAN 01 Tanggul dapat melihat hasilnya secara daring termasuk dapat mendownload SKHU melalui perangkat komputer atau smartphone masing-masing.

Inovasi dalam meningkatkan fasilitas IT dan memacu kompetensi guru itulah dua dari tiga karya inovasinya di sepanjang tahun 2019 yang mengantarkan Dora Indriana sebagai Kepala Sekolah Inovatif dari Dispendik Provinsi Jatim.

Bangun Jiwa Kewirausahaan

Pelatihan Ketrampilan Tata Rambut di SMAN 01 Tanggul
Pelatihan Ketrampilan Tata Rambut di SMAN 01 Tanggul

Satu lagi inovasi Dora yang memberikan perubahan cukup besar di SMAN 01 Tanggul adalah upayanya dalam membangun jiwa enterpreneur para siswa melalui program Double Track.

Sebagaimana diketahui Double Track (DT) adalah program dari Pemerintah Provinsi Jatim dalam mencari alternatif solusi untuk mempersiapkan lulusan SMA dengan bekal ketrampilan dan sertifikat untuk mencari kerja.

Mereka yang didaftarkan untuk menjadi peserta DT ini adalah siswa kelas XI. Sehingga nanti saat lulus, peserta tersebut akan menerima 2 ijazah yaitu ijazah pendidikan dan sertifikat DT.

Pemikiran untuk memasukkan program kewirausahaan di SMAN 01 Tanggul muncul dalam benak Dora saat melihat kondisi di lembaga yang memiliki peserta didik sejumlah 723 siswa ini yang rendah kultur akademiknya.

Pelatihan Ketrampilan Menjahit di SMAN 01 Tanggul
Pelatihan Ketrampilan Menjahit di SMAN 01 Tanggul

Pada tahun pertama dia bertugas hanya 5% dari seluruh siswa yang lulus yang melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta. Pada tahun kedua memang ada peningkatan menjadi 10% namun jumlah tersebut masih jauh dari harapan.

“Itu sebabnya pada tahun pertama saya menjalin kerjasama dengan Politeknik Jember (Polije), karena Direktur Polije kebetulan teman saya. Beliau mensuport dengan mengundang banyak profesi untuk menciptakan aura bahwa sekolah pinggiran bisa kuliah. Upaya itulah yang dapat mendongkrak jumlah siswa yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi, meski mayoritas kuliah di Perguruan Tinggi yang ada di Jember seperti di Polije, IAIN atau paling tinggi di UNEJ,” cerita Dora. Prestasi tersebut juga dibarengi dengan peningkatan nilai NEM.

Menyadari upaya untuk meningkatkan sisi akademik masih belum memberikan hasil yang signifikan, Kepala SMAN 01 Tanggul inipun berinisiatif untuk menjadikan lembaganya sebagai Sekolah Kewirausahaan.

Namun sayang, saat mendaftar ke Direktorat Kewirausahaan sudah terlambat ditambah lagi belum terpenuhinya instrumen dan kurangnya persiapan, sehingga akhirnya mengundurkan diri.  

“Langkah selanjutnya adalah mengajukan program Double Track dan Alhamdulillah  diapresiasi serta mendapatkan perhatian dari Dinas Provinsi. Kami memperoleh kuota terbanyak dari 5 sekolah Double Track di Jember. (Red. Sekolah Penerima Program DT di Jember: SMAN 01 Tanggul, SMAN Mumbulsari, SMAN Arjasa, SMAN Sukowono dan SMAN Pakusari).”

Khusus untuk SMAN 01 Tanggul memperoleh kuota sebanyak 140 yang meliputi 7 program, yaitu program videografi, fotografi, desain grafis, tata boga, tata busana muslim, tata busana modern dan kecantikan rambut.

Ujian Praktek PKWU SMAN 01 Tanggul
Ujian Praktek PKWU SMAN 01 Tanggul

“Saat itu kami mengirimkan 7 orang trainer ke UTS untuk mengikuti TOT dan Alhamdulillah semuanya lulus. Selanjutnya programpun kita laksanakan dan hasilnya sangat menggembirakan. Pada semester 1 kemarin saya merasa bangga karena sudah bisa membawa sekolah ini menjadi sekolah Double Track pemula yang berkembang dibanding sekolah yang  lain. Berarti ada progress,” tutur Dora.

Dikatakan berkembang karena sudah bisa mencapai percepatan pembelajaran DT hingga  menghasilkan income, baik bagi DT maupun bagi siswa. Sebanyak 7 program yang dijalankan semua saling berkolaborasi dan saling mendukung.

Untuk produksi kaos misalnya, tidak hanya peserta DT program tata busana saja yang bekerja, tapi juga program desain grafis sebagai desainernya dan program fotografi dan videografi untuk pembuatan iklannya.

Bahkan, program DT ini juga menyentuh siswa lain yang tidak ikut menjadi peserta DT dengan memasarkan barang-barang yang diproduksi. Dengan mengusung tagline “Latihan Jadi Bos” seluruh siswa diajak untuk menjadi enterpreneur. Setiap kelas diajari tentang bagaimana memasarkan barang-barang yang diproduksi peserta DT baik secara offline di acara car free day, di pasar-pasar, di pantai dan tempat-tempat lain, maupun secara online dengan memanfaatkan akun facebook, Instagram dan Whatsapp seluruh siswa.

Hasilnya, hanya dengan bermodal Rp.10.000 untuk iuran pembuatan banner perkelas, ada anak yang berhasil meraup keuntungan hingga Rp.200.000. Sementara keuntungan yang diperoleh program DT di SMAN 01 Tanggul mencapai Rp.15 juta.

Kesuksesan yang diraih dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa lewat program DT itulah yang kini menjadi kebanggaan sekaligus ikon dari sekolah yang beralamat di JL Pemandian No.16 Tanggul ini dan dijadikan brand design untuk meningkatkan nilai jual lembaga. (Maji)

2 thoughts on “SMAN 01 Tanggul; Sukses Membangun Jiwa Kewirausahaan, Raih Penghargaan dari Dispendik Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *