Umi Rukhailah, S.Pd., “Get Me and Happiness!”

Umi Rukhailah, S.Pd.

Umi Rukhailah, S.Pd.

JEMBER, situstalenta.com – Terjemahan bebas yang dapat diakses di Geogle, get me berarti tangkap aku. Bukan! Pemilik istilah itu, Umi Rukhailah, S.Pd, tidak langsung menjelaskan makna dibalik Get Me tersebut. “Yang jelas, dengan bendera Get Me, saya dapat mengembangkan profesi saya sebagai pendidik dan.pengajar,” terang guru bahasa Inggris di SMAN Ambulu ini, seraya tersenyum.

Nah, kalau happiness? Seminggu yang lalu, penggemar makanan yang cenderung anyep (nirpedas dan nirmanis) ini sudah mengekspos lewat akun facebooknya. Hari ini, 24 Juni adalah ultah pernikahan ke-24 bersama suaminya, Alvian Ghafur, S.Pd. Tentu, bersama ke-3 putranya, akan dirayakannya ultah tersebut dengan penuh kebahagiaan.

Bu Umi, sapaan akrabnya, ini kelahiran Genteng, Banyuwangi, 2 Februari 1968. Sejak duduk di bangku SMA tahun 1985, sudah menjadi guru privat bagi murid-murid SD dengan mengampu mapel matematika dan IPA. “ Saya juga aktif sebagai pembina Pramuka,” ungkapnya.

Berikutnya, pada tahun 1990 menjadi instruktur bahasa Inggris di Gensa, sebuah rumah pendidikan yang memberikan pelatihan praktis berbahasa Inggris dan komputer.

“Para pesertanya kebanyakan lulusan SMA yang ngebet pengin terampil berbahasa Inggris. Kami juga melayani permintaan para pejabat di instansi pemerintah dan swasta. Di antaranya, pejabat di RS Al.Huda Genteng. Ibu dr.Faida, yang kini menjabat Bupati Jember, pernah mengikuti pelatihan bahasa Inggris,” lanjutnya, bangga.

Kebun Karet

Sosok guru periang dan dikenal dekat dengan murid-muridnya itu bisa dikatakan guru yang merdeka mengajar. Tahun 1991 diangkat CPNS dan PNS (sekarang ASN) di SMPN 2 Glenmore yang berlokasi di lingkungan afdelling perkebunan Kalirejo.

Bu Umi muda hampir setiap hari melintasi kebun karet  nan sepi dan sejuk sepanjang hari itu. Jarak Genteng-Glenmore sekitar 15 kilometer ditempuh dengan rasa suka cita.

Setelah lima tahun menjadi guru di wilayah perkebunan, pada tahun 1996, mutasi di SMPN 12 Jember. Lembaga pendidikan ini berada di tengah kota. Sungguh kontras dengan suasana alam pedesaan dan perkebunan di Glenmore, Banyuwangi. Pada tanggal 24 Juni 1996 Bu Umi dipersunting bapak Alvian Ghafur.

Umi-Rukhailah

Setelah 3 tahun bekerja di wilayah kota, pada tahun 1999 pindah tugas untuk kedua kalinya, yakni di SMAN Ambulu. Walaupun secara administratif dan birokratis tidak termasuk guru berprestasi, namun perjalanan panjang mengajar dan mengikuti berbagai kegiatan di dalam dan luar negeri, selama 21 tahun, patut kiranya menyandang predikat sebagai guru berprestasi dan berpotensi luar biasa di luar jalur mainstream.

Kota Ternama

Bu Umi dikarunia tiga putra yakni Jordan Firdhausy Ghafur, Gipsy Rayhan Ghafur dan Mecca Aidhan Ghafur. Dipilihnya nama-nama kota seperti Jordania, Mesir dan Mekah diharapkan dapat menjadi kunjungan utama ibu yang suka travelling ini.

Tak disangka, malah berhasil menapakkan kaki di kota Washington DC, Ohio, Wisconsin, Nevada, Singapua, Kuala Lumpur. Pada tahun 2015, bersama suami tercinta barulah keturutan mengunjungi kota Mekah dan Madinah dalam rangkah beribadah umrah.

Prestasi luar biasa tersebut bermula saat Bu Umi memperoleh beasiswa Fulbright setelah melalui serangkaian tes dan dukungan dari berbagai pihak. Mereka umumnya memberi motivasi yang tinggi. Mereka juga menghargai potensi diri seorang perempuan dengan menanggalkan senioritas.

Sehingga, prestasi dan potensi diri seseorang bisa dikembangkan maksimal melalui jalur lain. Tidak melulu lewat jalur birokrasi yang rumit.

Beasiswa Fulbright tersebut berlaku selama satu semester. Pada tahun 2012 Bu Umi pun berangkat ke Kent State University, di negara bagian Ohio, Amerika Serikat. Sejak pagi hari (06.30-14.30) sudah mengajar murid-murid di berbagai SMP dan SMA di sekitar kota Ohio.

Sempat pula mengajar di kelompok masyarakat Amish yang tidak mau bersentuhan dengan teknologi. “Unik, bukan? Di Amerika ternyata ada kelompok semacam itu? Dan pemerintah menghargai mereka, lho?,” jelas Bu Umi seraya menambahkan bahwa pada sore harinya (15.00- 22.00) mengikuti kuliah tentang penulisan kreatif, membaca kreatif, drama, peadagogy (ilmu mendidik), dan leadership (kepemimpinan).

Pada tahun 2014 kembali ke Amerika. Kali ini Bu Umi sebagai alumni penerima beasiswa Fulbright diminta untuk memberikan kuliah kepada para alumni di negara masing-masing secara streaming.

Kali ini beasiswa yang diterima berasal dari Usindo, sebuah Komunitas Masyarakat AS dan Indonesia. Pada kesempatan itu pula dirinya mendapatkan kesempatan berkunjung sekaligus presentasi di berbagai universitas dan sekolah di negara bagian di Amerika.

Get Me sendiri kemudian bermetamorphose menjadi Yayasan Gerakan Terus Membaca. Yayasan ini sudah mempunyai akta notaris dan terdaftar di Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham). Bu Umi berharap bisa berkembang besar seperti halnya Habibi Center, Abdurahman Center dan lain- lain.

Sebelumnya, sejak awal berdiri, Get Me menjalin kerja sama dengan Kanguru Radio Indonesia di bawah Kemitraan Infonesia-Australua Language Foundation (IALP). Tahun 2006 bekerja sama dengan Asia Calling, dengan Radio 68 H, Jakarta. Pada tahun 2011 dengan ASEAN Creative Writing Group.

Tahun 2012 dengan International Leaders in Education Fulbright Indonesia (ILEP). Juga bermitra dengan Rotari Club International, Ted Talk International, Peace Corps Volunteer Indonesia, Regional Language Office (RELO), UN4U, Afiatoun International (Lekdis Jatim), Ashoka International (Tanaker Jember).

Terus…Get Me itu sendiri, apa? “Waktu pertama datang di Jenggawah, saya kaget, terkejut. Masyarakat di tempat baru berbeda dengan di tempat lama. Perlu penyesuaian diri. Perlu menata kehidupan secara mandiri. Umi kaget, jadilah Get Me,” ungkapnya, seraya tersenyum.

Dan… memang, sekarang Get Me mencengangkan berbagai pihak yang mengabaikan potensi perempuan. Tapi sekaligus mengejutkan bagi rekan-rekan Bu Umi atas prestasi yang sudah diraih selama ini. yang ke-24. (sr)

1 thought on “Umi Rukhailah, S.Pd., “Get Me and Happiness!”

  1. Guru, wartawan senior, menginterview diriku guys! 🤣🤭

    Guru Samiadi Rahman ini memang energik, selalu penuh ide, dan alami melihat kelebihan orang lain (malu-malu ttg kelebihan dirinya sendiri 🤭) tertuang dengan indah dalam tulisan.

    Pak Guru Samiadi memang hebat mengolah kalimat, dan hebat menata informasi. Tulisan-tulisannya selalu segar dan nagih membacanya.

    Terimaksih sudah mampir ke Getme, membuat hari saya serasa sangat spesial.

    #umisafari #getme

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *