Wall Climbing SMA BIMA : GRES

Sarana Wall Climbing SMA Bima Ambulu

Sarana Wall Climbing SMA Bima Ambulu

Anda perlu tahu, apa itu Wall Climbing dan apa pula manfaatnya “pethakilan sampek mencit”.

JEMBER, situstalenta.com – Ada dua pengertian tentang Panjat Tebing. Yang satu tergolong cabang olahraga dan mempunyai wadah organisasi, yakni Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Anehnya, media yang digunakan untuk aktivitasnya adalah dinding buatan.

Kesepakatan internasional menyebutkan ukuran tinggi tiang12 meter dan lebar papan 2,4 meter. Bisa pula berukuran 15 meter X 3 meter. Panjat Tebing tersebut populer disebut Wall Climbing.

Memacu Adrenalin di Atas Ketinggian
Memacu Adrenalin di Atas Ketinggian

Sedangkan pengertian kedua yang berkaitan dengan Panjang Tebing Petualangan. Kegiatan ini menggunakan alam terbuka sebagai media kegiatannya. Tanpa mempunyai wadah organisasi profesi. Para pencinta kegiatan petualangan semacam ini menamakan diri sebagai Rock Climbing.

Dalam mesin pencari, Geogle, dijelaskan bahwa Wall Climbing termasuk olahraga ekstrem yakni memanjat dinding buatan menyerupai tebing-tebing dilengkapi dengan bebatuan buatan untuk pijakan kaki dan tangan.

Tahun 1946 Don Robinson, seorang dosen pendidikan Fisika di Inggris yang kali pertama membuat wall climbing untuk sarana berolahraga tersebut.

Adapun manfaat mengikuti kegiatan wall climbing yaitu:

  1. melatih koordinasi semua alat gerak tubuh. Dengan mengikuti kegiatan ini semua alat gerak tubuh diberdayakan untuk saling berkoordinasi mencapai satu tujuan yakni menuju ke atas
  2. melatih keberanian. Peserta wall climbing akan meningkat adrenalin ketinggiannya
  3. melatih kehati-hatian. Seseorang yang melakukan panjat dinding akan terbiasa berhati-hati dalam melakukan suatu hal, apa saja, dalam kehidupannya kelak. Tidak sembrono.
  4. melatih kesiapan dalam menghadapi rintangan. Siapa pun yang terbiasa melakukan kegiatan wall climbing akan lebih sigap dalam menghadapi rintangan hidup.
Peserta ekskul Palorana
Peserta ekskul Palorana

Sarana Wall Climbing Bertaraf Internasional

Pembina Palaorana Deddy Eko Afriyanto, S.Pd, M.Pd
Pembina Palorana Deddy Eko Afriyanto, S.Pd, M.Pd

Bukan bermaksud pamer. Namun, Deddy Eko Afriyanto, S.Pd, M.Pd selaku pembina Palorana (Pecinta Alam Flora dan Fauna) SMA BIMA Ambulu menjelaskan sarana wall climbing SMA BIMA Ambulu masih baru. Gres. Biaya pengadaan sarana tersebut sebesar Rp 180 juta. “Wall Climbing kami berstandar internasional. Kami bisa melakukan event lomba internasional pula. Hal ini dikarenakan ketinggian tiang sesuai ketentuan internasional yakni 13 meter dan lebar papan sepanjang 2,4 meter,” jelasnya kepada situstalenta.com belum lama ini.

Ditambahkannya, Wall Climbing SMA BIMA Ambulu dibangun dengan profesional. Artinya, dikerjakan oleh tenaga ahli. Pemancangan tiang pada kedalaman tertentu dengan lama pengecoran yang sesuai ketentuan internasional. Selain itu, ketebalan besi rangka, viber glass untuk papan pemanjatan serta jalur point juga berstandar internasional.

Salah Satu peserta Ekskul Palorana Mendapat Bimbingan dari Pelatih
Salah Satu peserta Ekskul Palorana Mendapat Bimbingan dari Pelatih

Kepada semua anggota Palorana SMA BIMA Ambulu diminta melonjak semangat berlatihnya. “Demikian pula dengan komunitas Pecinta Alam di wilayah Jember, monggo berlatih bersama kami,” ajak Pak Deddy, sapaan akrabnya.

Adanya sarana Wall Climbing bertaraf internasional tersebut diharapkan oleh berbagai pihak akan lahir atlet-atlet Panjang Tebing bertaraf nasional dan internadional, sebagaimana Aries Susanti Rahayu. Perempuan kelahiran 21 Maret 1995 di Grobogan, Jawa Tengah, ini sukses meraih prestasi nasional dan internasional.

Pada tahun 2018, Susanti, sapaan sehari-harinya, meraih dua kejuaraan sekaligus meraih medali emas pada Asean Games dan World Cup IFSC di Chongqing, Tiongkok. Ayo berlatih! Jadilah spiderman and spiderwoman tangguh yang membanggakan. (sr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *