Warga yang Menjalani Karantina di JSG Paling Banyak dari Gumukmas

warga gumukmas

JEMBER, situstalenta.com –  Sebanyak 150 warga dari Gumukmas mematuhi anjuran dari pemerintah untuk menjalani karantina di JSG karena baru pulang dari daerah yang teridentifikasi berstatus zona merah. Jumlah tersebut merupakan angka paling banyak diantara 31 kecamatan yang ada di kabupaten Jember.

Banyaknya warga yang menjalani karantina tersebut mengisyaratakan bahwa kesadaran warga Gumukmas cukup tinggi dalam upaya ikut memutus mata rantai penyebaran covid-19. Sehingga mereka yang baru pulang dari daerah zona merah secara sadar datang ke tempat karantina atau bagi yang tidak bersedia datang, warga sekitar berusaha mengingatkan atau memberitahu pihak Muspika untuk dapat segera melakukan penanganan.

Menurut Camat Gumukmas. Ir. Imam Sudarmaji, pihak Muspika selama ini gencar melakukan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat guna memberikan pemahaman terkait bahaya penyebaran covid-19 sehingga butuh kerjasama dari masyarakat untuk menjaga diri dan keluarganya dengan cara mengikuti anjuran pemerintah lewat protokol kesehatan.

“Kami bersama unsur Muspika serta dua Puskesmas yang ada di wilayah Kecamatan Gumukmas yaitu Puskesmas Gumukmasdan Puskesmas Tembokrejo terus bergerak dan berupaya aktif dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19,” terang Imam Sudarmaji.

Cara yang dilakukan adalah dengan turun langsung ke lapangan, memberikan pemahaman kepada masyarakat serta kepada para santri yang datang dari luar kota untuk belajar di pondok-pondok pesantren yang ada di wilayah Gumukmas.

Bagikan Bantuan

Selain gencar melakukan sosialisasi, tindakan lain yang dilakukan pemerintah kecamatan Gumukmas dalam memerangi virus corona adalah dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah wilayah, membagikan masker, membentuk kampung tangguh, menyalurkan bantuan kepada masyarakat serta melaksanakan rapid test pada para santri yang datang dari luar kota.

“Untuk warga yang menjalani karantina di JSG, pemerintah memberikan bantuan berupa beras 25 kg kepada keluarganya yang ada di rumah. Selain itu, kita juga memberikan bantuan sembako kepada para santri dari luar kota yang selama puasa dan lebaran tidak dapat pulang,” kata Imam.

Untuk pelaksanaan rapid test yang diberlakukan kepada para santri yang datang dari luar kota, menurut Camat Gumukmas ini pelaksanaannya tidak semudah membalik telapak tangan, karena tidak sedikit pondok pesantren yang menolaknya.

“Karena itu, kami menyampaikan surat edaran dari Bupati kepada para Kyai pengasuh ponpes agar ikut mendukung niat baik pemerintah dalam melakukan rapid test kepada para santri. Syukur Alhamdulillah, penolakan tersebut hanya dilakukan oleh beberapa ponpes kecil. Sementara untuk ponpes-ponpes besar semua menerima dengan senang hati, sehingga pelaksanaan rapid test dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan,” pungkas Imam Sudarmaji. (Maji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *